Abstrak


Hubungan Kejadian Konstipasi dengan Asupan Cairan, Serat, dan Kafein pada Remaja di SMAN 1 Surakarta


Oleh :
Syafani Nuriadita Regia Putri - G0020219 - Fak. Kedokteran

Pendahuluan : Konstipasi merupakan kondisi yang ditandai dengan perubahan konsistensi feses serta penurunan frekuensi buang air besar. Konstipasi dapat menyerang berbagai usia, di usia anak prevalensi konstipasi mencapai 0,7% - 29,6%, data penelitian sebelumnya ditemukan bahwa prevalensi remaja konstipasi di beberapa wilayah di Indonesia adalah 36,9% - 68,5%. Secara umum, penyebab
konstipasi meliputi jumlah asupan serat dan cairan yang tidak tercukupi sehingga menyebakan dehidrasi dan kelemahan otot perut yang menyebabkan terjadinya kegagalan respons dorongan buang air besar. Seiring berkembangnya zaman, banyak kedai kopi yang berkembang dan peningkatan minat masyarakat terutama remaja untuk mengkonsumsi olahan berkafein seperti kopi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian konstipasi dengan asupan cairan, serat, dan kafein pada remaja usia 15 – 17 tahun di SMAN 1 Surakarta.

Metode : Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan menggunakan cross sectional study dengan menggunakan data primer. Jumlah sampel penelitian sebanyak 119 siswa usia 15 – 17 tahun pada tahun 2023 di SMA N 1 Surakarta. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling. Hasil sebaran kuesioner dianalisis menggunakan software SPSS dengan menggunakan uji univariate dan uji bivariate Spearman Rank.

Hasil : Terdapat hubungan yang signifikan antara kejadian konstipasi dengan jumlah asupan cairan (p-value = 0.000).

Simpulan : Berdasarkan hasil penelitian kejadian konstipasi dipengaruhi oleh jumlah asupan cairan dan berkorelasi lemah dengan jumlah asupan serat dan kafein.