;

Abstrak


PELANGGARAN PRINSIP KERJA SAMA DAN IMPLIKATUR PERCAKAPAN DALAM NOVEL LAUT BERCERITA KARYA LEILA S. CHUDORI


Oleh :
Kitra Asoka Pradestania - S112202005 - Fak. Ilmu Budaya

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelanggaran prinsip kerja sama, ketidakpatuhan prinsip kerja sama, dan implikatur percakapan dalam sebuah novel. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pragmatik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk pelanggaran prinsip kerja sama, ketidakpatuhan prinsip kerja sama, dan implikatur percakapan dalam novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori dengan merujuk pada teori Grice (1989); Thomas (1996); Khotimah (2019).

Permasalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah pelanggaran prinsip kerja sama yang terdapat dalam dialog antartokoh pada novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori? (2) Apakah jenis ketidakpatuhan pada prinsip kerja sama yang terdapat dalam dialog antartokoh pada novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori? (3) Bagaimanakah implikatur percakapan yang terdapat dalam dialog antartokoh pada novel Laut Bercerita karya Leila S. Chudori?

Penelitian ini termasuk jenis penelitian kualitatif yang bersifat deskriptif. Data dalam penelitian ini berbentuk dialog antartokoh yang terdapat pelanggaran prinsip kerja sama dan implikatur percakapan beserta konteks tuturnya. Penelitian ini menggunakan metode simak dengan teknik dasar yaitu teknik baca dan teknik catat. Pada analisis data, penelitian ini menggunakan metode analisis isi dengan teknik penyajian data secara informal.

Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat bentuk pelanggaran prinsip kerja sama yang meliputi tuturan pelanggaran maksim kuantitas, pelanggaran maksim kualitas, pelanggaran maksim relasi atau hubungan, dan pelanggaran maksim cara. Ada 4 jenis ketidakpatuhan prinsip kerja sama yaitu, (1) flouting maksim, (2) violating maksim, (3) opting out maksim, dan (4) infringing maksim. Pelanggaran yang ditemukan dalam prinsip kerja sama terdapat implikatur untuk mengimplikasikan maksud dari sebuah tuturan yang meliputi implikatur membanggakan, implikatur menjengkelkan, implikatur memberitahukan, implikatur menarik perhatian, implikatur mengagumi, implikatur melegakan, implikatur menekankan, implikatur meragukan, implikatur menyedihkan, implikatur keputusasaan, implikatur mengalihkan pembicaraan, implikatur menakutkan, implikatur meyakinkan, implikatur kesal, implikatur melelahkan, implikatur marah, implikatur mengasihani, implikatur menggoda, implikatur kekhawatiran, implikatur kecemasan, implikatur mencairkan suasana, implikatur menyemangati, implikatur penasaran, implikatur canggung, implikatur terharu, dan implikatur terkejut.