;

Abstrak


RELASI GRAMATIKAL BAHASA HARUKU : SUATU TINJAUAN TATA BAHASA LEKSIKAL FUNGSIONAL (TLF)


Oleh :
Erwin Tualeka - S112202001 - Fak. Ilmu Budaya

Erwin Tualeka. S112202001. 2023. Relasi Gramatikal Bahasa Haruku : Suatu Tinjauan Tata Bahasa Leksikal Fungsional (TLF). Pembimbing (1) Dr. F.X. Sawardi, M.Hum. (2) Prof. Dr. Tri Wiratno, M.A. Tesis. S-2 Ilmu Linguistik, Minat Utama Deskrptif. Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Sebelas Maret.

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa rumusan masalah. (1) bentuk struktur klausa dasar bahasa Haruku, (2) relasi gramatikal bahasa Haruku, (3) konstruksi pasif bahasa Haruku, (4) realisasi kausatif bahasa Haruku.

Penelitian ini merupakan penelitian jenis kualitatif dengan menggunakan pendekatan Lexical Functional Grammar (LFG). Data penelitian merupakan kumpulan klausa-klausa bahasa Haruku. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan empat informan yang berkompeten dalam penguasaan bahasa Haruku. Kemudian data dianalisis dengan cara membagi unsur langsung untuk melihat pola tata urut, relasi gramatikal, konstruksi pasif, dan realisasi kausatifnya.

Hasil penelitian menunjukan bahwa bahasa Haruku merupakan bahasa yang memiliki pola tata urut dasar SV (subjek-verba)  dengan varian VS (verba-subjek) pada struktur intransitif. Pada struktur transitif bahasa Haruku berpola dasar SVO (subjek-verba-objek) dengan varian VOS (verba-objek-subjek) dan OSV (objek-subjek-verba). Relasi gramatikal menunjukan bahwa BH memiliki fungsi struktur utama inti yaitu fungsi SUBJ dan OBJ, kemudian fungsi noninti yakni gramatikal OBL, KOMP, dan ADJ. Fungsi gramatikal SUBJ dalam BH selalu hadir di posisi praverbal, sedangkan OBJ hadir di posisi postverbal. Struktur pasif bahasa Haruku ditemukan struktur kanonis dan nonkanonis yang dibentuk oleh tata urut dan konstruksi pemarkah preposisi heri ‘oleh’. Sementara itu, ditemukan dua realisasi kausatif yang berkontribusi dalam bahasa Haruku, yakni kausatif analitis dan kausatif leksikal. Kausatif analitis dimarkahi oleh VERB puna ‘buat’ hadir sebagai PRED1 dalam tata urut kausatif. Sementara itu, kausatif leksikal direalisasi melalui komponen sebab dan komponen akibat yang ditafsir dari verba kausatif itu sendiri, seperti leksikal haka ‘buka’dan hola ‘pukul’.