Abstrak


Penerapan model penerimaan teknologi informasi pada e-learning (studi kasus di Fakultas Ekonomi UNS)


Oleh :
Ida Royani - F.1206025 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi penerimaan e-learning dalam perkuliahan. Faktor-faktor tersebut antara lain: Personal Innovatif, Playfulness, Cognitif Absorption, Self Efficacy, Perceived Usefulness, Perceived Ease-of-Use dan Behavioral Intention to Use. Berkaitan dengan tujuan yang ingin dicapai, data diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kriterianya adalah mahasiswa Fakultas Ekonomi UNS yang pernah menggunakan e-learning. Teknik ini digunakan untuk memastikan keakuratan data penelitian. Sampel diambil sebanyak 190 responden dengan tingkat pengembalian tinggi. Penentuan jumlah ini dimaksudkan untuk memenuhi kriteria minimal alat statistik yang digunakan yaitu SEM ( Structural Equation Modelling ). Sedangkan tingkat pengembalian yang tinggi dikarenakan data dikumpulkan dengan melakukan wawancara secara langsung dipandu kuesioner. Kualitas data penelitian dapat diperoleh dengan melakukan uji validitas dan uji reliabilitas. Hal ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa data yang dikumpulkan memenuhi kriteria kelayakan sehingga dapat diuji dengan alat statistik apapun. SEM merupakan metode statistik yang dipilih untuk memecahkan masalah yang dirumuskan dalam studi ini. Hasil studi ini mengindikasikan bahwa dari 7 hipotesis yang diuji, ada 4 hipotesis yang signifikan dan terdukung dan 3 lainnya tidak signifikan dan tidak terdukung. Hipotesis yang terdukung adalah (1) pengaruh personal innovativeness pada cognitive absorption, (2) pengaruh cognitive absorption pada perceived usefulness, (3) pengaruh cognitive absorption pada perceived ease-of-use, dan (4) pengaruh perceived usefulness pada behavioral intention to use. Sedangkan hipotesis yang tidak terdukung adalah (1) pengaruh playfulness pada cognitive absorption, (2) pengaruh perceived ease-of-use pada perceived usefulness, dan (3) pengaruh perceived ease-of-use pada behavioral intention to use. Dengan demikian studi ini menjelaskan fenomena bahwa kepercayaan mahasiswa akan pentingnya E-learning akan mempengaruhi persepsi mereka terhadap kemudahan dalam penggunaan E-learning dan manfaat dari penggunaan E-learning. Hal ini diperkirakan mempengaruhi proses pembentukan niat keperilakuan mahasiswa untuk lebih intensif dan terus menggunakan E-learning di masa mendatang.