;
Latar belakang : Diabetes Melitus adalah penyakit gangguan metabolik yang kronis ditandai dengan hiperglikemia. Hiperglikemia dalam jangka waktu yang lama meningkatkan terjadinya komplikasi pada penderita DM. Komplikasi DM dapat menyebabkan kecacatan dan kematian bagi penderitanya. Komplikasi akibat DM tipe 2 dapat dicegah atau ditunda dengan menerapkan perilaku preventif tersier. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Information Motivation and Behavior Skill Model dengan perilaku preventif tersier pasien DM tipe 2.
Subjek dan Metode : Penelitian dengan desain cross-sectional ini dilakukan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah pada bulan November 2023-Januari 2024. Penelitian dilakukan pada 25 posbindu di Kecamatan Ngemplak dan Nogosari. Besar sampel sejumlah 200 orang dewasa dengan diagnosis DM tipe 2 yang dipilih dengan metode stratified random sampling. Variabel independen adalah informasi, motivasi, dan keterampilan perilaku. Variabel dependen adalah perilaku preventif tersier. Pegumpulan data dilakukan dengan wawancara kuesioner. Data dianalisis dengan analisis jalur (path analysis) pada aplikasi STATA 13.
Hasil: Hasil analisis jalur menunjukkan bahwa data penelitian mendukung teori Information Motivation Behavior Skill Model untuk digunakan pada perilaku preventif tersier pada pasien DM tipe 2. Terdapat pengaruh secara langsung yang positif antara keterampilan perilaku dan perilaku preventif tersier (b= 0.16; CI 95%= 0.02 hingga 0.29; p= 0.023). Terdapat pengaruh secara tidak langsung yang positif antara informasi dan keterampilan perilaku (b= 0.25; CI 95%= 0.13 hingga 0.38; p<0 xss=removed xss=removed>Kesimpulan: Perilaku preventif tersier pada pasien DM tipe 2 pada orang dewasa secara langsung dipengaruhi oleh keterampilan perilaku. Perilaku preventif tersier secara tidak langsung dipengaruhi oleh informasi dan motivasi. Perilaku preventif tersier pada pasien DM tipe 2 meningkat dengan informasi yang baik, motivasi yang tinggi, dan keterampilan perilaku yang baik.