Abstrak


Pluralisme indonesia dalam buku mata hati (studi analisis semiotik terhadap makna pesan foto jurnalistik tentang pluralisme indonesia dalam buku kumpulan foto terbaik harian kompas ”mata hati 1965-2007”)


Oleh :
Kesturi Haryunani P - D.1207540 - Fak. ISIP

Permasalahan utama bangsa Indonesia bersumber pada kemajemukan masyarakat. Masih banyaknya konflik antar suku, agama, bahkan diantara pemeluk dalam satu agama merupakan bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia saat ini belum bisa menerima pluralisme, yakni pandangan yang menghargai kemajemukan dan penghormatan terhadap yang berbeda disertai kesediaan membuka diri terhadap berbagai keyakinan, kerelaan untuk berbagi dan keterbukaan untuk saling belajar. Pemahaman terhadap pluralisme adalah sesuatu yang penting agar masyarakat tidak terkotak-kotak karena perbedaan suku, agama, maupun status sosial. Pluralisme akan lebih dipahami dengan bantuan media massa. Mata Hati 1965-2007 adalah buku terbitan Kompas yang berisi kumpulan foto-foto terbaik karya wartawan Kompas dari kurun waktu 1965-2007 awal, yang mengisahkan perjalanan bangsa kita. Buku Mata Hati menampilkan bab khusus bertema pluralisme untuk menunjukkan bahwa pluralisme di Indonesia merupakan kodrat dan realitas bangsa Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori semiotik yang di kembangkan oleh Roland Barthes yang terkenal dengan dua tingkatan pertandaan (two way of signification), yaitu tingkat denotasi dan konotasi dari sebuah foto jurnalistik. Roland Barthes juga melihat makna yang lebih dalam tingkatannya, yaitu makna-makna yang berkaitan dengan mitos. Mitos adalah cerita yang digunakan untuk menjelaskan atau memahami beberapa aspek dari realitas atau alam. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Yakni prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis maupun simbolis dari foto-foto yang diamati. Tujuan dari penelitian dengan menggunakan teori semiotika Roland Barthes pada skripsi ini adalah untuk mengungkap isi pesan dan makna yang terkandung dalam foto jurnalistik yang disajikan dalam buku Mata Hati 1965-2007 berkaitan dengan pluralisme Indonesia. Penelitian ini bisa disimpulkan sebagai sebuah gambaran tentang makna. Pada dasarnya foto jurnalistik di buku Mata Hati 1965-2007 pada tema pluralisme adalah representasi aktual Kompas terhadap pentingnya pluralisme Indonesia yang sudah menjadi kepribadian bangsa Indonesia sejak dulu kala. Interpretasi yang demikian memberi pemaknaan foto-foto jurnalistik di buku Mata Hati adalah sebuah informasi visual Kompas dalam menyajikan sebuah gambaran kemajemukan Indonesia yang ditujukan pada pembacanya yang nantinya bisa menggugah emosi pembaca untuk memahami bahwa Indonesia memang terdiri dari mayarakat yang majemuk. Kemajemukan masyarakat dan budaya Indonesia tercermin dengan adanya keragaman agama, etnik, bahasa dan budaya, yang muncul karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti kondisi wilayah geografis, latar belakang sejarah, dan psikologis. Dengan pluralisme, perbedaan bukanlah sebuah ancaman dan alasan untuk saling berselisih, tapi merupakan sebuah kekayaan dan keindahan Indonesia.