Pembangunan pertanian berbasis sektor peternakan secara nasional ditujukan untuk meningkatan pendapatan peternak, pemerataan kesempatan kerja, meningkatkan perekonomian dan pemenuhan kebutuhan protein hewani. Pembangunan usaha peternakan saat ini diarahkan dalam rangka meningkatkan pendapatan peternak. Komoditas temak yang umumnya diusahakan oleh peternak dalam skala kecil (1-2) adalah usaha sapi potong. Usaha temak sapi potong yang diselenggarakan oleh peternak di pedesaan perlu dikembangkan cara atau tekniknya, sehingga diharapkan akan dapat meningkatkan produktivitas ternak dan memberikan hasil yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi tingkat adopsi sapta usaha, mengetahui tingkat adopsi sapta usaha dan mengetahui hubungan antara faktor-faktor sosial ekonomi dengan tingkat adopsi sapta usaha pada peternak sapi potong di Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli hingga Agustus 2012. Data yang dipergunakan dalam penelitian ini berupa data primer dan data sekunder. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan 60 peternak sapi potong. Data sekunder diperoleh dari Dinas Peternakan, Perikanan dan Kelautan Kabupaten Magelang,
badan Pusat Statistik Kabupaten Magelang. Penelitian ini merupakan penelitian survei dengan metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan uji koefisien korelasi,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai r pada uji korelasi adalah 0,109 dengan thitung (0,836) dan ttabel (2,002), hal ini menunjukkan bahwa hubungan antara faktor-faktor sosial ekonomi tidak mempunyai hubungan signifikan dengan tingkat adopsi sapta usaha peternakan sapi potong, di mana thitung lebih kecil dari ttabel. Hasil analisis menunjukkan rata-rata tingkat adopsi sapta usaha peternakan sapi potong adalah 14,43 tergolong kategori sedang. Hubungan faktor sosial ekonomi dengan tingkat adopsi sapta usaha peternakan sapi potong yang tidak menunjukkan hubungan signifikan adalah luas lahan, pendidikan formal dan pendapatan. sedangkan yang menunjukkan hubungan signifikan adalah jumlah anggota keluarga