;

Abstrak


Pengaruh Morfometri Tibia pada MRI Genu terhadap Derajat Keparahan Isolated Anterior Cruciate Ligament Tear


Oleh :
Yutrisa Sasti Anindyarani - S212102004 - Fak. Kedokteran

Latar Belakang: Lutut adalah sendi yang kompleks, terdiri dari komponen ligamen. Ligamentum cruciatum anterior adalah salah satunya yang berfungsi sebagai penstabil lutut. Cedera ACL adalah cedera ligamen yang paling umum pada sendi lutut. Faktor anatomi adalah salah satu faktor yang memprediksi tingkat keparahan robekan ACL. Anatomi dan morfometri tibialis adalah beberapa faktor yang mempengaruhi. Faktor-faktor tersebut terdiri dari Lateral Posterior Tibial Slope (LPTS), Medial Posterior Tibial Slope (MPTS), dan Medial Tibial Plateau Depth (MTPD). Pemeriksaan Genu MRI memainkan peran penting dalam menilai faktor-faktor ini terhadap tingkat keparahan robekan ACL Terisolasi.

Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross sectional dilakukan pada bulan Mei hingga Desember 2023, di Rumah Sakit Ortopedi Prof. Dr. Soeharso, Surakarta. Total sampel penelitian adalah 112 pasien yang menjalani pemeriksaan Genu MRI dengan diagnosa Robekan ACL terisolasi pada periode 1 Januari 2021 hingga 30 Juni 2023. Pasien dinilai derajat keparahan robekan ACL Terisolasi dan pengukuran Lateral Posterior Tibial Slope (LPTS), Medial Posterior Tibial Slope (MPTS), dan Medial Tibial Plateau Depth (MTPD) dengan pemeriksaan MRI Genu.

Hasil : Lateral Posterior Tibial Slope pada MRI Genu berkorelasi positif dengan derajat keparahan robekan ACL terisolasi (nilai konstanta -5,640 dan koefisien regresi 1,174 dengan p-value < 0>Medial Posterior Tibial Slope pada MRI Genu berkorelasi positif dengan derajat keparahan robekan ACL terisolasi (nilai konstanta -3,530 dan koefisien regresi 0,936 dengan p-value < 0>Medial Tibial Plateau Depth pada MRI Genu berkorelasi negatif dengan derajat keparahan robekan ACL terisolasi (nilai konstanta 16,995 dan koefisien regresi -3,636 dengan p-value < 0>

Kesimpulan: Morfometri tibia pada pemeriksaan MRI Genu menunjukkan pengaruh yang signifikan dengan derajat keparahan Robekan ACL terisolasi dan menjadi prediktor independen tingkat keparahan robekan ACL terisolasi. Medial Tibial Plateau Depth memiliki pengaruh paling dominan terhadap tingkat keparahan robekan ACL terisolasi, diikuti oleh Medial Posterior Tibial Slope dan Lateral Posterior Tibial Slope.

 

Kata Kunci: Robekan ACL Terisolasi, Medial Tibial Plateau Depth, Medial Posterior Tibial Slope, Lateral Posterior Tibial Slope, MRI Genu