Indeks Pembangunan Manusia (IPM) merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur keberhasilan pemerintah dalam mengembangkan kualitas hidup manusia. IPM Provinsi Jawa Timur merupakan yang terendah jika dibandingkan dengan provinsi-provinsi lain di Pulau Jawa. Oleh karena itu, pembangunan manusia di provinsi ini perlu ditingkatkan. Perhatian harus diberikan pada semua aspek pembangunan manusia, termasuk hubungan antardaerah yang berdekatan. Metode regresi spasial merupakan metode analisis yang memperhatikan ketergantungan spasial dari data. Regresi spasial ensemble merupakan teknik penggabungan beberapa model spasial dengan menambahkan noise pada variabel respons yang diharapkan dapat mengurangi keragaman pada data. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan regresi spasial dan metode ensemble untuk mengkaji IPM Jawa Timur. IPM Jawa Timur memiliki ketergantungan spasial lag dan spasial error, sehingga dimodelkan dengan SAR dan SEM. Queen contiguity digunakan sebagai pembobot spasial. Model SEM tidak memenuhi asumsi homoskedastisitas sehingga dilanjutkan dengan metode ensemble. Metode ensemble terbukti dapat mengurangi keragaman data, sehingga SEM Ensemble memenuhi asumsi homoskedastisitas. Setelah dilakukan analisis menggunakan SAR dan SEM Ensemble, model SAR terpilih sebagai model terbaik dengan nilai R^2 terbesar dan nilai AIC terkecil. Variabel yang signifikan terhadap IPM Jawa Timur adalah angka harapan hidup, harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran per kapita.