Abstrak


Pengaruh Pengguna Transaksi Integrated Payment System Terhadap Financial Deepening Sebagai Akselerasi Inklusi Keuangan di Indonesia (2017:01 – 2022:12)


Oleh :
Hamdan Firdaus - F0120061 - Fak. Ekonomi dan Bisnis

Perkembangan teknologi sistem pembayaran global mendorong peningkatan infrastruktur keuangan di Indonesia yang berdampak terhadap jumlah pengguna Integrated Payment System. Penggunaan Integrated Payment System ini relevan dengan kebijakan digital payment dan cashless society. Konsekuensi dari adanya peningkatan Integrated Payment System berdampak terhadap kenaikan angka Financial Deepening sebagai salah satu indikator dalam menilai kedalaman sektor finansial. Penelitian ini memiliki banyak kajian empiris mengenai hubungan antara Integrated Payment System yang direpresentasikan dengan Digital Banking, E – Money, Kredit, dan Suku Bunga dengan Financial Deepening. Penelitian ini menggunakan metode regresi linier berganda disertai dengan prosedural McKinnon White Davidson Test (MWD) dan Omitted Variables Test. Selain itu juga, peneltian ini dilatarbelakangi karena permasalahan yang terjadi di Indonesia seperti : (1) Angka Financial Deepening yang dimiliki masih tergolong rendah dibandingkan dengan negara berkembang lainnya, (2) Risiko kredit bermasalah di Indonesia masih tergolong tinggi, (3) Adanya pandemi COVID – 19 berdampak terhadap perilaku penggunaan digital payment di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan data bulanan dengan rentang waktu pada bulan Januari 2017 – Desember 2022. Digunakannya tahun tersebut untuk melihat perkembangan variabel Digital Banking, E – Money, Kredit, dan Suku Bunga pada sebelum, selama, dan sesudah adanya pandemi COVID – 19. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : (1) Digital Banking berdampak positif dan tidak signifikan terhadap Financial Deepening di Indonesia, (2) E – Money berdampak positif dan signifikan terhadap Financial Deepening di Indonesia, (3) Kredit berdampak negatif dan signifikan terhadap Financial Deepening di Indonesia, dan (4) Suku Bunga berdampak negatif dan tidak signifikan terhadap Financial Deepening di Indonesia. Hasil Uji Simultan menyatakan bahwa secara simultan seluruh variabel independen pada model regresi berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil Adjusted R2 yang diperoleh pada penelitian ini sebesar 0.3343 artinya variabel independen dapat mempengaruhi variabel dependen sebesar 33,43%. Untuk merespon dampak yang dihasilkan atas perkembangan teknologi yang sangat pesat dibutuhkan sinergi antar pihak seperti Pemerintah Pusat dan Daerah, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Fintech lainnya. Secara lebih lanjut, kebijakan yang berfokus terhadap Ekonomi Keuangan Digital harus dapat dikedepankan agar terciptanya inklusivitas yang merata terhadap penyebaran digitalisasi teknologi keuangan digital ke setiap daerah di Indonesia. Adanya penguatan seperti pengawasan menyeluruh terhadap pemberian kredit, transparansi Suku Bunga, hingga sosialisasi QRIS dan produk keuangan lainnya di setiap daerah diharapkan dapat meningkatkan Financial Deepening di Indonesia.