Abstrak


Analisis Minyak Hasil Pirolisis Campuran Biomassa Sekam Padi dan Ampas Kopi dengan Plastik Polypropylene


Oleh :
Rani Wulandari - K2520065 - Fak. KIP

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio komposisi campuran biomassa sekam padi dan ampas kopi dengan plastik PP terhadap kuantitas (volume minyak hasil pirolisis dan hasil destilasi) dan kualitas (rendemen, massa jenis, viskositas, visual dan warna), serta mengetahui rasio variasi biomassa dengan plastik yang menghasilkan minyak terbanyak dan kualitas terbaik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif komparatif. Penelitian ini dilakukan dengan cara mencampurkan biomassa sekam padi dan ampas kopi dengan plastik PP dalam bentuk RDF-3 dengan variasi komposisi 0 % : 100 %, 25 % : 75 %, 50 % : 50 %, 75 % : 25 %, dan 100 % : 0 %. Hasil pirolisis berupa minyak yang kemudian dilakukan destilasi untuk memisahkan senyawa yang terkandung di dalamnya dan menghasilkan minyak bersih, selanjutnya dilakukan pengukuran volume minyak hasil pirolisis serta hasil destilasi, pengujian rendemen, massa jenis, viskositas, visual dan warna. Hasil pengujian menunjukkan bahwa adanya pengaruh campuran biomassa sekam padi dan ampas kopi dengan plastik PP terhadap kuantitas (volume minyak hasil pirolisis dan hasil destilasi) dan kualitas (rendemen, massa jenis, viskositas, visual dan warna). Volume minyak hasil pirolisis dan hasil destilasi terbanyak diperoleh rasio 100 % PP dengan minyak hasil pirolisis sebanyak 616,67 ml dan minyak hasil destilasi sebanyak 178 ml. Hasil pengujian rendemen terbaik diperoleh rasio 100 % PP sebesar 82,39 %. Pengujian massa jenis terbaik diperoleh rasio 100 % PP sebesar 846,6 kg/m3, hasil massa jenis ini mengarah ke spesifikasi BBM jenis solar. Nilai viskositas minyak pirolisis terbaik diperoleh rasio 100 % PP sebesar 0,65499 cP yang mengarah ke spesifikasi BBM jenis bensin. Pengujian visual dan warna minyak pirolisis terbaik diperoleh rasio 100 % PP dengan tampilan visual jernih dan terang dengan warna kuning bening, yang sesuai dengan spesifikasi BBM solar dan bensin. Disimpulkan bahwa konfigurasi terbaik didapat rasio 100 % PP yang mengarah ke spesifikasi BBM jenis solar.