Perkembangan dunia konstruksi didorong oleh tuntutan pemenuhan berbagai kebutuhan, seperti pada studi kasus kali ini yaitu Pembangunan Gedung Satpol PP Bantul untuk memenuhi kebutuhan aparat hukum. Namun, menurut United Nations Environtment Programme dalam Global Status Report for Buildings and Construction (2021) menyebutkan bahwa perkembangan ini memiliki dampak lingkungan yang signifikan, proyek konstruksi bertanggung jawab atas 36% konsumsi energi dan 37% emisi CO2 global pada tahun 2020. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dengan tujuan mencapai efisiensi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menggunakan metode Building Information Modelling (BIM) Based Life Cycle Assessment (LCA). Analisis data diterapkan melalui program Tally Plugin di Autodesk Revit dengan pendekatan LCA dalam ruang lingkup Cradle to Gate menggunakan pedoman ISO 14040 dan 14044. Struktur pondasi, pelat, kolom dan balok menjadi objek penelitian karena material penyusunnya berupa beton dan baja dinilai sebagai penyumbang GRK CO2 dengan persentase paling besar yaitu mencapai 75?ri total emisi yang dirilis (Luo et al., 2016). Hasil analisis menunjukkan bahwa estimasi GRK terbesar terletak pada pekerjaan struktural ruang lingkup Cradle to Gate yang mencapai 1,657,880.04 Kg CO2eq dengan unit proses paling kritis yaitu unit proses produksi material. Sehingga, manajemen konstruksi proyek dapat mencari alternatif terbaik terkait pemilihan material atau metode pada proses produksi material yang dapat mengurangi emisi GRK. Penelitian ini juga dapat diterapkan pada proyek yang sedang berjalan demi mewujudkan konstruksi yang berkelanjutan.