;

Abstrak


Penggunaan artificial lightweight aggregate untuk beton ringan mutu tinggi sebagai proteksi balok t pasca bakar


Oleh :
Irwan Sujoko - S94090810 - Sekolah Pascasarjana

Kelebihan dari penggunaan beton ringan adalah dari segi strukturnya yang relatif ringan dan mempunyai daya isolasi terhadap suhu tinggi, dapat melindungi bagian struktur jika mengalami kebakaran. Penelitian ini untuk mengetahui kuat tekan (f’c) tertinggi beton ringan ALWA-metakaolin, kekuatan lentur dan kekakuan balok T (T-beam) beton konvensional pasca bakar yang telah diperbaiki dengan metode jacketing menggunakan beton ringan ALWA-metakaolin sebagai proteksi dari kebakaran, mengetahui kemampuan proteksi beton ringan ALWA-metakaolin saat kebakaran Kuat tekan beton yang menggunakan campuran beton agregat ALWA dan penambahan variasi metakaolin. 0%, 5%, 10%, dan 15% dari berat semen menggunakan metode Mix Design Calculation (Trial Mix) for High Strength Concrete. Pengujian kekuatan lentur menggunakan balok T (T beam) dari beton konvensional/normal berjumlah 9 buah, benda uji silinder dari beton konvensional dan beton ringan dengan ukuran diameter 150 mm dan tinggi 300 mm, Uji ketahan api hingga temperatur tulangan baja mencapai 400oC menggunakan metode SNI 1741:2008. Hasil penelitian adalah kuat tekan yang dapat dicapai oleh beton ringan ALWA-metakaolin adalah 38,88 MPa dengan variasi faktor air semen 0,26, variasi rasio pasta semen 0,28 dari volume beton, variasi rasio pasir 0,402 dari volume agregat dan variasi metakaolin 10% dari berat semen. Kekuatan lentur ((Mn) berdasarkan pengujian: 2171,03 kgm naik 3489,01 kgm (60,71%), pada perlakuan pasca bakar diperbaiki dibakar kembali turun 3234,96 kgm (7,28%), bila dilihat dari perlakuan pasca bakar naik 49,01%. Berdasarkan perhitungan data propertis beton: 1670,06 kgm naik 3220,36 kgm (92,83%) dan turun setelah dibakar kembali 3177,55 kgm (1,33%), bila dilihat dari perlakuan pasca bakar naik 90,27%. Pada nilai kekakuan (EI) balok T pasca bakar pada beban maksimal adalah 20,166 tonm2 naik setelah diperbaiki 25,267 tonm2 (25,95%) tetapi mengalami penurunan setelah dibakar kembali 25,195 tonm2 (0,29%) tetapi masih diatas kekakuan pada balok T perlakuan pertama (beton konvensional pasca bakar) 20,166 tonm2. Beton ringan ALWA-metakaolin yang digunakan sebagai selimut beton dapat memproteksi dari api hingga temperatur ruang di dalam tungku diluar beton hingga mencapai ≤ 800oC.