;
Latar Belakang: Nyeri pascaoperasi memengaruhi lebih dari 80% pasien bedah, dengan 75% mengalami tingkat keparahan sedang hingga berat. Manajemen yang efektif sangat penting untuk pemulihan dan mengurangi efek samping. Anestesi regional, seperti Transversus Abdominis Plane (TAP) block, menawarkan manfaat signifikan untuk analgesia pascaoperasi dalam operasi abdomen. Sementara anestesi lokal efektif, adjuvan seperti dexmedetomidine dan clonidine dapat memperpanjang durasinya.
Tujuan Penelitian: Penelitian ini membandingkan efek adjuvan TAP block dengan dexmedetomidine dan clonidine pada nyeri pascaoperasi, diukur dengan Numerical Rating Scale (NRS) dan kadar interleukin-6 (IL-6), untuk menentukan efikasi dalam meningkatkan manajemen nyeri pascaoperasi.
Metode Penelitian: Penelitian blinded randomized controlled trial ini melibatkan 30 pasien yang menjalani prosedur operasi caesar dengan teknik anestesi blok subaraknoid regional di Rumah Sakit Dr. Moewardi, Provinsi Jawa Tengah. Pasien kemudian diberikan analgetik pascaoperasi dengan metode TAP block, yang dikategorikan menjadi dua kelompok, yaitu pasien dengan dexmedetomidine 0,5 mcg/kgBB dan clonidine 0,5 mcg/kgBB.
Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan bermakna NRS pada 12 jam pada pasien dengan dexmedetomidine dan clonidine (p<0>
Kesimpulan: Pemberian dexmedetomidine 0,5 mcg/kgBB sebagai adjuvan TAP block lebih efektif dalam menurunkan kadar IL-6 dan mencegah peningkatan NRS pada 12 jam dibandingkan dengan pasien yang menerima clonidine 0,5 mcg/kgBB sebagai adjuvan blok TAP.