Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kecepatan angin dan jumlah sudu pada kinerja turbin angin Savonius tipe heliks. Fokus penelitian ini pada kemampuan turbin angin Savonius tipe heliks dalam tiga aspek kinerja, yaitu kecepatan putaran, daya, dan coefficient power (Cp). Turbin ini dikaji secara numerik dengan pendekatan Computational Fluid Dynamics (CFD) menggunakan perangkat lunak Ansys Fluent. Pengujian performa dalam penelitian ini dimulai dengan membuat domain terowongan angin sebagai domain diam dan sudu turbin sebagai domain berputar. Penentuan kondisi batas disesuaikan dengan kondisi nyata seperti daerah saluran masuk, saluran keluar, sisi yang bersentuhan, dan dinding. Masing-masing variasi jumlah sudu akan disimulasikan pada rentang variasi kecepatan angin mulai dari 1 m/s kemudian ditingkatkan secara bertahap sebesar 0,5 m/s hingga mencapai maksimum 5 m/s. Hasil pengujian secara numerik akan menunjukkan besar kecepatan putaran, daya, dan coefficient power (Cp) pada masing-masing variasi. Turbin angin Savonius tipe heliks dengan variasi dua sudu mendapatkan performa paling optimal pada kecepatan angin 1 m/s s.d 4 m/s daripada variasi yang lain dengan menghasilkan nilai kecepatan putaran, daya, dan coefficient power (Cp) terbesar. Peningkatan kecepatan angin berpengaruh terhadap peningkatan performa turbin, namun ditemukannya fenomena kelebihan kecepatan pada variasi dua buah sudu ketika disimulasikan pada kecepatan angin lebih dari 4 m/s. Dari pemodelan tersebut dapat divisualisasikan pola aliran udara yang terjadi pada setiap variasi yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi daerah dengan titik stagnasi, aliran turbulen, dan separasi yang dapat mengurangi efisiensi turbin.