HUBUNGAN INDEKS KUALITAS TANAH PADA SAWAH ORGANIK DENGAN PRODUKTIVITAS PADI DI KARANGANYAR. Skripsi: Endah Nur Setyaningsih (H0216018). Pembimbing: Supriyadi, Mujiyo. Program studi: Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Tanaman pangan yang paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia yaitu padi. Karanganyar merupakan salah satu wilayah yang ikut serta dalam pemenuhan padi nasional. Pengelolaan padi di Karanganyar ada beberapa macam salah satunya yaitu secara organik. Pertanian padi organik artinya pengelolaan dengan menggunakan bahan organik yang mengutamakan prinsip ekologi dan keberlanjutan jangka panjang. Produksi padi sejak lima tahun terakhir tidak stabil, mengalami penurunan sejak tahun 2017 dan kenaikan lagi pada 2020. Ketidakstabilan produksi tersebut disebabkan oleh beberapa faktor disekitarnya seperti kondisi dari tanah yang berhubungan erat dengan kualitas tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai indeks kualitas tanah di Kabupaten Karanganyar dan hubungan indeks kualitas tanah sawah organik dengan produktivitas padi. Parameter kualitas tanah terdiri dari fisika, kimia, dan biologi yang digunakan untuk perhitungan nilai indeks kualitas tanah.
Penelitian ini dilakukan pada lahan sawah organik Kabupaten Karanganyar khususnya Kecamatan Kerjo dan Kecamatan Jenawi. Analisis indikator fisika, kimia dan biologi tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah, Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah serta Laboratorium Biologi dan Bioteknologi Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Penelitian ini telah dilaksanakan pada bulan Desember 2019 sampai dengan selesai. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif eksploratif melalui survei lapangan dengan pengambilan sampel secara purposive sampling. Parameter yang diamati yaitu tekstur, pH, N total, P tersedia, K tersedia, Kejenuhan Basa (KB), Kapasitas Tukar Kation (KTK), C organik, dan respirasi tanah. Analisis data yang digunakan dalam penelitian yaitu Pearson Correlation Analysis dan Principal Component Analysis (PCA) menggunakan aplikasi statistik untuk menentukan parameter yang terpilih atau Minimum Data Set (MDS).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter yang paling berpengaruh atau disebut juga MDS pada penelitian ini adalah respirasi, pH, kapasitas tukar kation (KTK), dan C organik. Nilai indeks kualitas tanah pada penelitian juga menunjukkan hasil sedang hingga sangat baik, yaitu bernilai antara 0,54 sampai 0,83. Nilai indeks kualitas tanah tertinggi terdapat pada titik 8 (Kecamatan Jenawi) dan terendah terdapat pada titik 3 (Kecamatan Kerjo). Produktivitas padi lima tahun terakhir memiliki rata-rata 58 kw/ha yang mana nilai tersebut termasuk ke dalam kategori dengan produktivitas baik. Hubungan indeks kualitas tanah dan produktivitas padi bernilai signifikan dan berkorelasi positif dengan nilai p-value 0,667 yang berarti menunjukkan semakin tinggi nilai indeks kualitas tanah maka makin tinggi nilai produktivitasnya.