Perkembangan dunia medis menyebabkan munculnya inovasi penggunaan material yang aman dan efisien. Material penghantar obat theranostics memiliki peran penting dalam dunia medis, salah satunya material CQDs yang digunakan sebagai agen pencitraann. CQDs dapat disintesis dari biomassa dengan metode hidrotermal yang aman. Stabilitas fluoresensi CQDs menjadi hal yang utama apabila akan dikonjugasikan dengan material penghantar obat berbasis Mesoporous Silica Nanoparticles (MSN). Oleh karena itu, penelitian ini berfokus pada studi komprehensif pengaruh penambahan CQDs pada material MSN. Penambahan CQDs menggunakan variasi penambahan 0,05; 0,1; dan 0,2 mg. Luas permukaan MSN (276,238 m2/g) mengalami penurunan signifikan pada penambahan CQDs 0,05 mg (150,877 m2/g) dan menurun secara tidak signifikan pada penambahan CQDs 0,1 mg (125,844 m2/g) dan 0,2 mg (102,176 m2/g). Tren tersebut terjadi pada volume pori MSN (2,090 cm3/g) yang turun signifikan pada penambahan CQDs 0,05 mg (0,930 cm3/g) dan menurun secara tidak signifikan pada penambahan CQDs 0,1 mg (0,816 cm3/g) dan 0,2 mg (0,589 cm3/g). Ukuran pori mengalami peningkatan tetapi memiliki nilai fluktuatif. Konjugasi CQDs-MSN mempengaruhi fluoresensi CQDs sehingga intensitas eksitasi dan emisi meningkat. Akan tetapi, intensitas akan menurun seiring dengan penambahan CQDs (0,1 dan 0,2 mg). Material CQDs-MSN 0,05 mg menghasilkan nilai optimal dari segi morfologi dan fluoresensi dengan intensitas emisi dan intensitas eksitasi berturut-turut sebesar 1222 dan 1489 count serta nilai QY sebesar 85%. Sehingga material CQDs-MSN sangat potensial untuk dikembangkan sebagai material penghantar obat lebih lanjut.