Abstrak


Analisis Kinerja Dan Manajemen Lalu Lintas Pada Bundaran Dengan Metode Mkji 1997 (Studi Kasus Bundaran Joglo, Surakarta)


Oleh :
Andriana Putri Sari - I 0105039 - Fak. Teknik

Abstrak : Salah satu jenis pengaturan simpang adalah dengan bundaran. Bundaran Joglo merupakan simpang tujuh di wilayah Kecamatan Banjarsari. Bundaran ini merupakan pertemuan antara jalan Kolonel Sugiyono arah ke Purwodadi (pendekat A), jalan Sumpah Pemuda (pendekat B), jalan Kolonel Sugiyono arah ke Ngemplak (pendekat C), jalan Kapten Tendean (pendekat D), jalan Mangun Sarkoro (pendekat E), jalan Pamugaran Utara, jalan Kalingga Utara (pendekat F). Tidak adanya batasan jumlah kendaraan yang melewatinya, menyebabkan arus lalu lintas pada persimpangan sangat padat. Berdasarkan kondisi tersebut, perlu dilakukan analisis kinerja dan manajemen lalu lintas pada bundaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja bundaran Joglo saat ini dan 5 tahun yang akan datang, serta memberikan usulan pemecahan masalah jika ada permasalahan yang mengakibatkan turunnya kinerja bundaran. Metode penelitian ini adalah metode deskriptif analitis yaitu penelitian yang dimaksudkan untuk mengumpulkan data-data yang dibutuhkan yang berkaitan dengan penelitian. Data yang digunakan adalah data primer yaitu berupa data arus lalu lintas dan data geometrik, dibantu dengan data sekunder yang berupa data jumlah penduduk, peta lokasi penelitian dan data pertumbuhan arus lalu lintas. Perhitungan data menggunakan metode MKJI 1997 dan parameter kontrol yang digunakan adalah besarnya nilai derajat kejenuhan yang tidak melebihi 0,75. Berdasarkan perhitungan analisis kinerja bundaran Joglo pada kondisi eksisting diperoleh nilai derajat kejenuhan sebesar 0.64, tundaan bundaran rata-rata sebesar 8.27 det/smp, peluang antrian bundaran sebesar 10%-24%. Manajemen lalu lintas yang diterapkan adalah dengan memasang tanda larangan parkir didekat persimpangan terutama pada pendekat A, D dan E, serta membersihkan area pejalan kaki dari pedagang kaki lima. Angka pertumbuhan lalu lintas untuk semua jenis kendaraan diasumsikan sebesar 6%. Hasil perhitungan kinerja bundaran pada tahun 2014 diperoleh nilai derajat kejenuhan sebesar 0.86, tundaan bundaran rata-rata sebesar 15.17 det/smp, peluang antrian bundaran sebesar 22%-50%. Nilai derajat kejenuhan bundaran pada tahun 2014 adalah sebesar 0.86 > 0.75, sehingga bundaran dalan keadaan jenuh. Oleh sebab itu, maka dilakukan perubahan geometrik pada bundaran yaitu dengan melakukan pelebaran jalan dengan menghilangkan bahu jalan pada pendekat A dan pendekat B, serta penambahan Fly over pada pendekat E menuju pendekat B. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai derajat kejenuhan bundaran tahun 2014 setelah perubahan geometrik sebesar 0.74, tundaan bundaran rata-rata sebesar 12.01 det/smp, peluang antrian bundaran sebesar 14%-32%. Nilai derajat kejenuhan bundaran tahun 2014 setelah adanya penambahan Fly Over adalah sebesar 0.67, tundaan bundaran rata-rata sebesar 5.70 det/smp, peluang antrian sebesar 11%-16%.