Abstrak


Analisis Beban Kerja Tenaga Pendidik di SMK Kristen 1 Surakarta


Oleh :
Mahendra Arya Wisnu Pradana - K7520047 - Fak. KIP

Mahendra Arya Wisnu Pradana. K7520047. Pembimbing: Dr. Tutik Susilowati, S.Sos., M.Si. ANALISIS BEBAN KERJA TENAGA PENDIDIK DI SMK KRISTEN 1 SURAKARTA. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret Surakarta, 2024. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui perumusan beban kerja tenaga pendidik; (2) mengetahui beban kerja tenaga pendidik di SMK Kristen 1 Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian campuran dengan concurrent embedded strategy, menggunakan pendekatan kuantitatif berdasarkan Permendikbud No. 15 Tahun 2018, serta kualitatif studi kasus. Populasi dalam penelitian ini adalah semua tenaga pendidik. Teknik sampling untuk kuantitatif dengan sampling jenuh dan kualitatif dengan purposeful sampling. Informan meliputi kepala sekolah, waka, dan tenaga pendidik dengan beban kerja tidak standar. Data kuantitatif diperoleh dari dokumen resmi sekolah dan kualitatif menggunakan wawancara. Teknik uji validitas data kuantitatif tidak diperlukan karena menggunakan data sekunder, sementara data kualitatif dengan uji credibility triangulasi sumber, uji transferability, uji dependability, serta uji confirmability. Analisis data kuantitatif dengan deskriptif kuantitatif sederhana, serta kualitatif menggunakan teori analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian: (1) pihak utama dalam merumuskan beban kerja adalah waka bidang kurikulum, perumusan beban kerja dilakukan berdasarkan Permendikbud No. 15 Tahun 2018, perumusan beban kerja dilakukan pada awal tahun ajaran, dan sudah memiliki alur dalam perumusannya; (2) hasil perhitungan beban kerja tenaga pendidik pada Januari s.d. Juni dan Juli s.d. Desember 2023 sama-sama menunjukan 65.52% tenaga pendidik sudah memiliki beban kerja inload, terdapat 31.03% tenaga pendidik dengan beban kerja overload, serta 3.45% tenaga pendidik dengan beban kerja underload. Permasalahan beban kerja overload disebabkan adanya tenaga pendidik yang meninggalkan sekolah, dampak yang terjadi adalah perlunya mengerjakan di luar jam, strategi yang dilakukan adalah menyikapi dengan positif, manajemen waktu, kelas gabungan, student-centered learning, serta bekerja sama dengan mahasiswa PLP.