Indonesia memiliki risiko tinggi terhadap bencana tanah longsor, salah satu penyebabnya adalah karena curah hujan yang tinggi. Perolehan data curah hujan diukur pada stasiun hujan yang tersebar pada sejumlah wilayah. Data hujan telah dicatat selama periode waktu yang panjang, sehingga parameter statistiknya dapat diuji untuk memperkirakan besaran hujan di masa mendatang. Metode yang secara umum banyak digunakan untuk mengetahui besaran hujan periode ulang adalah Gumbel, Normal, Log Normal, dan Log Pearson Tipe III. Hujan periode ulang kemudian digunakan untuk mengkalkulasi intensitas hujan dengan durasi tertentu dan infiltrasinya terhadap tanah. Analisis infiltrasi air tanah menggunakan metode Green-Ampt dan software GeoStudio SEEP/W untuk mengetahui pengaruhnya terhadap angka keamanan lereng yang dianalisis menggunakan program SLOPE/W. Penelitian ini menggunakan bahan geocell sebanyak 4 skema geometri sebagai perkuatan lereng eksisting. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai SF lereng eksisting 1,02 hingga 1,03; SF lereng dengan perkuatan geocell 1 senilai 1,02 hingga 1,44; SF lereng dengan perkuatan geocell 2 senilai 1,21 hingga 1,68; SF lereng dengan perkuatan geocell 3 senilai 1,21 hingga 2,44; dan SF lereng dengan perkuatan geocell 4 senilai 1,62 hingga 2,81. Nilai SF tersebut bergantung pada besaran intensitas hujan dan metode bidang gelincir yang diaplikasikan.