Pertumbuhan populasi mendorong peningkatan pembangunan, yang
berdampak pada semakin banyaknya lahan yang tertutup oleh bangunan, mengurangi
daerah resapan air hujan. Hujan dengan intensitas tinggi sering menyebabkan
volume air yang besar meluap dari selokan dan saluran air. Penelitian ini
bertujuan untuk merencanakan sumur resapan di kawasan Masjid Agung Madaniyah,
Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini diawali dengan analisis hidrologi,
diikuti dengan perhitungan kebutuhan sumur resapan menggunakan Metode Sunjoto
dan PU. Selain itu, penelitian ini juga menguji pemodelan sumur resapan dengan
aplikasi numeris GeoStudio SEEP/W 2D dan 3D, untuk mengevaluasi kesesuaian
antara aplikasi ini dengan metode empiris yang digunakan (Sunjoto & PU). Pemodelan
dilakukan dengan dua skema: pertama, dengan menganggap sumur terisi penuh
(boundary water total head), dan kedua, dengan memodelkan intensitas hujan
(boundary water flux). Hasil perbandingan antara analisis empiris dan pemodelan
GeoStudio SEEP/W menunjukkan perbedaan yang signifikan pada saat awal-awal
rembesan, dan semakin mendekati saat akhir simulasi yaitu 1 jam. Kesalahan (error)
untuk skema pertama berkisar antara 234% hingga 0,62% untuk model 2D, dan 357% hingga
1,25% untuk model 3D. Sementara itu, kesalahan untuk skema kedua berkisar
antara 335% hingga 55,10% untuk model 2D, dan 1200% hingga 8,67% untuk model
3D.