Abstrak


Pengaruh Variasi Kedalaman Grouting Semen terhadap Penurunan Tanah Bermasalah pada Bangunan Satu Lantai di Kabupaten Wonosobo


Oleh :
Rafinda Rahma Rosyada - I0120140 - Fak. Teknik

Tanah organik merupakan tanah yang memiliki daya dukung rendah sehingga menyebabkan permasalahan konstruksi yang berada diatasnya. Seperti pada bangunan ruko satu lantai yang berada pada kawasan Dieng, Kabupaten Wonosobo yang telah berdiri selama 7 tahun, namun mengalami kerusakan struktur yang cukup parah. Salah satu upaya untuk menanggulangi permasalahan tersebut yaitu perbaikan tanah. Dengan memperbaiki struktur tanah diharapkan konstruksi yang berada diatas tanah tersebut menjadi lebih stabil. Salah satu metode perbaikan tanah yaitu grouting semen. Metode grouting semen bekerja dengan menginjeksikan campuran air semen kedalam tanah dengan alat khusus pada tekanan dan kedalaman tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman grouting semen terhadap penurunan yang terjadi pada tanah organik. Variasi kedalaman yang digunakan yaitu 15 cm, 30 cm dan 50 cm. Analisis penurunan dilakukan menggunakan software Plaxis 2D dengan material soft soil creep yang dinilai mampu menghitung besar penurunan konsolidasi primer dan konsolidasi sekunder sesuai dengan representasi tanah organik. Penelitian ini menggunakan data tanah yang didapat dari hasil uji laboratorium serta data sondir yang didapat dari lokasi penelitian. Kondisi awal dianalisis sebagai kontrol dari tiga analisis variasi kedalaman grouting yang dilakukan. Hasil analisis menunjukkan penurunan yang terjadi pada kondisi awal yaitu sebesar 42,85,77 cm. Penurunan yang terjadi untuk kedalaman 15 cm, 30 cm dan 50 cm sebesar 39,65 cm; 36,21 cm; dan 30,86 cm. Dari hasil tersebut didapatkan deviasi penurunan yang terjadi pada kedalaman 15 cm yaitu 7,47%, 30 cm sebesar 15,49?n kedalaman 50 cm sebesar 27,99%. Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin dalam grouting semen yang dilakukan semakin kecil pula besar penurunan yang terjadi.