Abstrak


Analisis Penggunaan Lahan dan Keberlanjutan Lingkungan dalam Penataan Ruang di Desa Wisata Dieng Kulon Kecamatan Batur Kabupaten Banjarnegara


Oleh :
Rizky Nur Fadilah - M0820069 - Fak. MIPA

Perubahan lahan dapat terjadi dengan masifnya pembangunan dan revitalisasi di kawasan Dieng. Penggunaan lahan saat ini akan mempengaruhi kondisi lingkungan di masa akan datang akibat beberapa faktor pendukung. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis perubahan lahan di tahun 2013-2023, memprediksi penggunaan lahannya di tahun 2028, dan membandingkan kesesuaiannya dengan dokumen RTRW Kabupaten Banjarnegara tahun 2023-2043. Selain itu, dilakukan penilaian keberlanjutan lingkungan dengan adanya pengembangan desa wisata. Metode analisis penggunaan lahan dilakukaan dengan software ArcGis 10.8 dan Idrisi Selva 3.0 untuk permodelan Cellular Automata Markov Chain yang mampu memunculkan prediksi perubahan penggunaan lahan dengan proses terdistribusi secara spasial. Analisis penilaian lingkungan menggunakan Multidimensional Scalling (MDS) dengan software SPSS untuk mengetahui status keberlanjutan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan tahun 2013-2023 lahan pertanian dan tutupan vegetasi mengalami penurunan secara sebesar 160 ha (5%) dan 174 ha (7%). Selaras dengan penurunan lahan pertanian dan vegetasi, lahan terbangun mengalami peningkatan dari 2013-2023 sebesar 260,4 ha (6%). Badan air tidak mengalami perubahan luas dan lahan terbuka memiliki perubahan secara fluktuatif. Prediksi penggunaan lahan tahun 2033, berdasarkan Transition Probability Matrix diproyeksikan lahan terbangun dan terbuka memiliki nilai perubahan terbesar, yaitu 0,65 dan 0,52 sedangkan lahan pertanian dan vegetasi 0,91 dan 0,82 dari baris maksimal 1. Hal ini diartikan terjadinya pengurangan lahan pertanian dan vegetasi yang beralih ke penggunaan lahan terbangun dan terbuka. Analisis keberlanjutan desa wisata diperoleh nilai 52,5 dengan status cukup berkelanjutan. Dimensi lingkungan memiliki nilai keberlanjutan terendah dipengaruhi oleh atribut pengelolaan sampah dan perubahan iklim. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan jumlah dan kebutuhan penduduk termasuk meningkatnya amenitas pariwisata mengakibatkan massifnya perubahan penggunaan lahan di Kecamatan Batur. Untuk meningkatkan keberlanjutan lingkungan diperlukan peningkatan nilai tambah lingkungan melalui perencanaan jaringan sarana dan prasarana persampahan.