Abstrak


PERILAKU LENTUR AKIBAT PEMBEBANAN BERKELANJUTAN DENGAN INTENSITAS PEMBEBANAN 50?RI ULTIMIT STATIK BALOK BETON BERTULANG HVFA – SCC (KADAR FLY ASH 60%)


Oleh :
Akbar Aristyo Pambudi - I0120178 - Fak. Teknik

Peningkatan pembangunan infrastruktur seiring pertumbuhan populasi menyebabkan peningkatan produksi beton. Salah satu solusi untuk meningkatkan kualitas beton adalah dengan menggunakan High Volume Fly Ash – Self Compacting Concrete (HVFA-SCC). Beton ini memiliki karakteristik yang bisa memadat sendiri yang digabungkan dengan penggunaan fly ash dengan kadar tinggi sebagai substituen semen yang menawarkan kelebihan seperti peningkatan durabilitas, pengurangan biaya, dan peningkatan kinerja beton. Dalam penerapannya pada konstruksi, perlu mempertimbangan pertambahan lendutan jangka panjang atau biasa disebut rangkak akibat dari beban permamen teraplikasi. Pada penelitian ini digunakan fly ash dengan kadar 60?ngan mutu beton fc’ 35 MPa. Hasil dari pengujian tekan beton menghasilkan nilai 35,25 MPa pada umur 28 hari dan 44,04 MPa pada umur 210 hari yang kemudian dilakukan pengujian statik untuk mentahui kapasitas ultimit balok. Balok tanpa tulangan tekan memiliki nilai Pult 11,8 kN dengan lendutan 93,19 mm, sedangkan balok dengan penambahan tulangan tekan memiliki nilai Pult 14,75 kN dengan lendutan 255,10 mm. Pada pengujian pembebanan rangkak jangka panjang, diaplikasikan beban 50?ri ultimit statik yang menghasilkan nilai lendutan seketika balok tanpa tulangan tekan sebesar 1,28 mm dan balok dengan tulangan tekan sebesar 0,73 mm. Seiring berjalannya waktu, lendutan meningkat hingga mencapai 4,68 mm pada balok tanpa tulangan tekan dan 4,5 mm pada balok dengan tulangan tekan.