Pembangunan sektor pertanian
seringkali dihadapkan pada berbagai permasalahan salah satunya yaitu maraknya
alih fungsi lahan yang terjadi di kawasan urban dan sub-urban. Salah satu cara
mengatasi permasalahan luas lahan yang semakin menurun yaitu dengan
mengembangkan pertanian perkotaan. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Mengidentifikasi penerapan pertanian perkotaan
oleh masyarakat urban dan sub-urban,
2) Menganalisis minat masyarakat urban dan
sub-urban dalam menerapkan pertanian perkotaan,
3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi
minat masyarakat urban dan sub-urban dalam menerapkan pertanian perkotaan. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive yaitu
di Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo. Jumlah responden yang diambil
berjumlah 100 responden dengan purposive sampling. Metode analisis data
yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi logistik ordinal.
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa terdapat perbedaan penerapan
pertanian perkotaan pada masyarakat urban dan sub-urban. Masyarakat sub-urban
lebih berminat menerapkan pertanian perkotaan dibandingkan masyarakar urban. Variabel
tingkat pendidikan memiliki pengaruh negatif, tingkat pendapatan dan luas lahan
memiliki pengaruh positif, sedangkan variabel usia tidak memiliki pengaruh
signifikan terhadap minat masyarakat perkotaan dan pinggiran kota dalam menerapkan
pertanian perkotaan.