Penggunaan
plastik yang meningkat menyebabkan limbah yang belum dapat diolah dengan baik,
sehingga menimbulkan polusi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi
pengaruh jenis matriks polimer dan penguat serat kayu terhadap sifat mekanik
dan tingkat penyerapan air pada Wood Plastic Composite (WPC). Metode penelitian
dilakukan melalui eksperimen, dengan komposisi serat kayu 30%, matriks polimer
65%, dan MAPP 5%. Proses pencetakan menggunakan suhu 165°C dengan tekanan 50
bar selama 9 menit. Pengujian tarik spesimen mengikuti standar ASTM D638 tipe V
berbentuk dog bone. Hasil penelitian menggunakan Two Way ANOVA
menunjukkan bahwa jenis matriks polimer memiliki pengaruh signifikan terhadap
kekuatan tarik WPC. Matriks PP murni menghasilkan kekuatan mekanik lebih tinggi
dibandingkan PP daur ulang, dengan kekuatan tarik 20,8 MPa (Jati vPP) dan 21,1
MPa (Ulin vPP), sedangkan komposit dengan matriks PP daur ulang memiliki
kekuatan tarik 17 MPa (Jati rPP) dan 16,96 MPa (Ulin rPP). Selain itu, jenis
matriks polimer dan serat kayu juga berpengaruh signifikan terhadap tingkat
penyerapan air tawar dan air laut standar ASTM D570. WPC dengan matriks PP
murni memiliki tingkat penyerapan air lebih tinggi dibandingkan dengan PP daur
ulang, yaitu 11,21% (Jati vPP), 8,64% (Ulin vPP) dengan air tawar dan 10,46%
(Jati vPP) serta 7,30% (Ulin vPP) dengan air laut. Sebaliknya, matriks PP daur
ulang menunjukkan hasil lebih rendah, yaitu 5,51% (Jati rPP), 4,45% (Ulin rPP)
dengan air tawar dan 4,66% (Jati rPP), 4,56% (Ulin rPP) dengan air laut. Penggunaan
limbah recycled polypropylene dan serat kayu ulin sebagai material
komposit dapat diaplikasikan pada berbagai bidang.