Abstrak


Beton Ramah Lingkungan Dengan Memanfaatkan Limbah Thermoplastic Polymer PET dan Abu Sekam Padi Sebagai Material Campuran


Oleh :
Intan Putri Ramadani - V4221049 - Sekolah Vokasi

Peningkatan jumlah sampah di Indonesia berkembang semakin pesat setiap harinya. Pada tahun 2023, tercatat bahwa sampah di Indonesia mencapai 25,1 juta ton dengan sampah plastik menduduki peringkat kedua sebesar 4,66 juta ton dan limbah abu sekam sebesar 803 ribu ton dari seluruh sampah yang dihasilkan (SIPSN, 2023). Banyak upaya telah dilakukan guna mengurangi sampah tersebut, namun hasilnya kurang efektif dalam menekan jumlah sampah yang dihasilkan. Padahal, limbah plastik terutama Polyethylene Terephthalate (PET) dan abu sekam dapat digunakan sebagai bahan campuran beton. Pembangunan dalam bidang konstruksi di Indonesia juga terus berkembang pesat seiring dengan kemajuan teknologi konstruksi bangunan. Penggantian sebagian bahan material diharapkan dapat membuat beton menjadi lebih ringan dan ramah lingkungan. Metode penelitian ini menggunakan studi literatur dan eksperimen. Penelitian ini menggunakan komposisi bahan campuran agregat kasar dengan limbah plastik PET sebanyak 40%, 70%, dan 100%, serta komposisi bahan campuran semen dengan abu sekam sebanyak 10%, dengan kuat tekan rencana sebesar 18,68 MPa. Sampel benda uji beton diuji pada umur 28 hari. Hasil pengujian menunjukkan bahwa rasio nilai kuat tekan rata-rata beton inovatif sebesar 0,76 terhadap beton normal, sehingga menunjukkan penurunan kualitas kuat tekan beton. Nilai kuat tekan maksimum sebesar 18,78 MPa pada beton normal, sementara kuat tekan rata-rata beton inovatif sebesar 14,09 MPa. Namun, terdapat peningkatan pada kuat tarik beton dengan rasio nilai kuat tarik beton inovatif sebesar 0,98 terhadap beton normal. Nilai kuat tarik maksimum sebesar 3,30 MPa pada beton inovatif dengan 10?u sekam dan 100% limbah plastik PET. Oleh karena itu, beton inovatif ini dapat digunakan untuk elemen non-struktural pada bangunan.