Kaca boron-bismuth lead dibuat menggunakan metode melt-quenching pada suhu 950°C selama 60 menit. Komposisi kaca tersebut adalah (50+x)Bi2O3 - (30- x)PbO - 20B2O3 (BPB), dimana x = 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 %mol. Untuk mengetahui potensi kaca BPB sebagai perisai radiasi gama, dilakukan karakterisasi mengenai struktur kaca, sifat fisik, sifat optik, sifat termal, dan parameter pelindung radiasi. Pola XRD mengonfirmasi bahwa kaca BPB memiliki struktur amorf. Karakterisasi FTIR mengidentifikasi adanya serapan inframerah dari Bi2O3, PbO, dan B2O3 pada bilangan gelombang 400-1500 cm-1 . Massa jenis kaca meningkat dari 7,478-8,995 g/cm3 , sedangkan energi band gap dari serapan UV-Vis mengalami penurunan. Sementara itu, indeks bias kaca meningkat dari 1,730 hingga 1,898. Pengujian DSC menunjukkan penurunan stabilitas termal kaca BPB dari 85°C menjadi 48°C pada kaca BPB-0 dan BPB-10. Pengujian parameter perisai radiasi menunjukkan peningkatan nilai Linear Attenuation Coefficient (LAC), Mass Attenuation Coefficient (MAC), effective atomic number (Zeff), electron density (Neff), dan daya serap radiasi kaca. Nilai EBF meningkat dengan bertambahnya kedalaman penetrasi foton. Nilai Mean Free Path (MFP), Half Value Layer (HVL), and Tenth Value Layer (TVL) mengalami penurunan dengan bertambahnya kandungan Bi2O3. Berdasarkan hasil yang telah diperoleh, kaca BPB-10 memiliki potensi yang paling besar untuk diaplikasikan sebagai perisai radiasi gama.