Delima (Punica granatum L.) merupakan tanaman yang mempunyai
berbagai kandungan berkhasiat terutama pada bagian buahnya karena mengandung polyfenol
cukup tinggi. Perkembangan budidaya delima di Indonesia sangat terbatas. Delima
yang tersebar di Indonesia terdiri dari 3 varietas yaitu P. granatum var
nana (delima merah), P. granatum var Album (delima putih), dan P.
granatum var Black Saveh (delima hitam). Saat ini, potensi komoditas
delima belum didukung oleh data yang akurat, oleh karena itu, delima mempunyai
potensi yang tinggi dalam pengembangan varietas unggul baru melalui keragaman
genetik yang ditampilkan dari analisis pola pita DNA berdasakan RAPD. Penelitian bertujuan untuk
mempelajari keragaman genetik delima dari pita DNA yang dihasilkan dengan
metode RAPD pada delima merah, delima putih, dan delima hitam. Penelitian
dilaksanakan pada bulan Agustus-November 2024 di Laboratorium Pemuliaan
Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Isolasi DNA
dari daun delima merah, delima putih, dan delima hitam diamplifikasi
menggunakan metode RAPD dengan primer OPA-02, OPA-04, OPA-19, OPB-17, OPC-05,
dan OPD-03. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Keragaman pola pita dari hasil
amplifikasi primer OPA-04, OPA-19, OPB-17, dan OPD-03 menghasilkan pola pita
pita polimorfik. Berdasarkan analisis dendogram delima putih (DP) dan delima
hitam (DH) memiliki tingkat kemiripan atau kesamaan genetik yang lebih dekat
dengan koefisien 0,98, keduanya juga memiliki kemiripan genetik dengan
koefisien 0,89 terhadap delima merah (DM).