Abstrak


Peran Yayasan Mitra Alam Dalam Pemberdayaan Ekonomi Dan Kesehatan Pekerja Seks Perempuan Di Surakarta


Oleh :
Vania Astagina - D0320085 - Fak. ISIP

Pekerja Seks Perempuan (PSP) menjadi salah satu kelompok dengan resiko penularan HIV yang tinggi. PSP telah menyumbang penularan HIV di Surakarta, maka dari itu perlu adanya solusi untuk menurunkan angka penularan HIV, salah satunya dengan pemberdayaan. Pemberdayaan tidak lepas dengan adanya peran stakeholder didalamnya, dengan begitu penelitian ini akan mendeskripsikan peran yang dilakukan Yayasan Mitra Alam dalam pemberdayaan ekonomi dan kesehatan PSP di Surakarta. Lokasi penelitian ini berada di Yayasan Mitra Alam. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan teori Fungsionalisme Struktural dengan skema AGIL oleh Talcott Parsons. Metode penelitian yang dipakai adalah kualitatif destriptif dengan studi kasus. Pengambilan data menggunakan data primer informan staf Yayasan Mitra Alam dan data sekunder melalui informan PSP. Pengumpulan data yang dilakukan menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik validitas data menggunakan triangulasi sumber. Analisis data yang dipakai dalam penelitian ini menggunakan analisis interaktif oleh Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan peran Yayasan Mitra Alam dalam pemberdayaan ekonomi melalui pemberdayaan internal berperan sebagai fasilitator, sedangkan melalui pemberdayaan eksternal yayasan berperan sebagai pendamping dan penghubung. Pada pemberdayaan kesehatan dengan kegiatan penjangkauan dan pemberian layanan kesehatan, Yayasan Mitra Alam berperan sebagai pemberdaya, sedangkan untuk pengobatan dan rehabilitasi yayasan berperan sebagai pendamping. Adapun faktor pendukung meliputi adanya donatur, minat PSP yang tinggi dalam mengikuti kegiatan pemberdayaan, yayasan memiliki staf mantan PSP, dan adanya berbagai jaringan kerja yayasan. Faktor penghambat pemberdayaan meliputi pola pikir PSP mengenai gaji instan, rendahnya pendidikan, banyaknya PSP tersembunyi, ketakutan, tidak memiliki KTP, susah dalam menentukan jadwal, dan penolakan dari hotspot atau masyarakat. Manfaat yang dihasilkan dinilai efektif dalam memberdayakan PSP bidang ekonomi yaitu penghasilan yang stabil, PSP banyak membuka usaha dan tidak melakukan pekerjaan sebagai PSP lagi, serta meningkatnya keterampilan. Manfaat bidang kesehatan yaitu meningkatnya kualitas kesehatan PSP dan menggunakan layanan kesehatan secara mandiri. Pada bidang pengetahuan dan wawasan, PSP dapat menambah ilmu dan wawasan mengenai penyakit IMS dan HIV. Manfaat  pada bidang sosial, PSP tidak lagi merasa tersingkirkan di dalam masyarakat dan mendapat banyak relasi dari adanya pemberdayaan.