Patah tulang sering ditangani dengan
implan pen tulang, biasanya terdiri dari pelat dan sekrup. Konsep biomaterial
aktif mendorong hubungan yang baik antara implan dan jaringan tubuh, dimana material
tersebut akan terdegradasi dan bisa diserap oleh tubuh, sehingga menghindari
pengangkatan implan melalui operasi tambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
pengaruh penambahan serat cantula terhadap nilai ketangguhan retak dan
kristalinitas biokomposit nano-HA/zinc/shellac sebagai material sekrup
tulang. Material nano-HA/zinc/shellac/cantula dicampur menggunakan
blender. Material dicampur dengan rasio zinc/nano-HA sebesar 70/30 serta
ditambahkan serat cantula dengan variasi 0%, 10%, 20%, dan 30?ri volume
total. Campuran material dikompaksi dengan tekanan 300 MPa selama 10 menit.
Kemudian dilakukan proses sintering dengan suhu 140°C selama 120 menit. Tahap pengujian
meliputi uji ketangguhan retak, pengamatan XRD, FTIR, dan SEM. Hasil penelitian menunjukkan nilai ketangguhan
retak tertinggi pada variasi 30% yaitu sebesar 1,34 MPa√m. Nilai derajat kristalinitas tertinggi
pada pengamatan XRD diperoleh sebesar 73,89% pada variasi 30%.
Pengamatan SEM menunjukkan bahwa penambahan serat cantula mengubah mekanisme
perambatan retakan dari matriks pada spesimen. Pengamatan FTIR menunjukkan
bahwa sampel mengandung gugus fungsional seperti hidroksil, metilen, karbonil,
karbonat, dan fosfat. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa biokomposit
nano-HA/zinc/shellac berpotensi untuk dikembangkan lebih lanjut
menjadi alternatif material sekrup tulang.