Abstrak


Pengaruh Kadar Aktivator 0,53 dan Rasio SS/SH (0,5 - 1,5) Pada Beton Geopolimer dengan Bahan Dasar Fly Ash Terhadap Kuat Tekan dan Toughness


Oleh :
Ivan Dwi Hermawan - I0120083 - Fak. Teknik

Beton geopolimer merupakan varian beton yang reaksi pengikatannya tidak seperti beton konvensional yang menggunakan reaksi hidrasi melainkan reaksi polimerisasi. Beton ini menggunakan fly ash (abu terbang) sebagai material pengikatnya dan menggunakan aktivator untuk meningkatkan reaksi polimerisasi yang terjadi serta membantu dalam pencampuran fly ash, pasir, dan kerikil. Aktivator yang digunakan dalam penilitian ini yaitu menggunakan cairan NaOH atau sodium hidroksida (SH) dan cairan Na2SiO3 atau sodium silikat (SS). Bahan-bahan kimia ini bertujuan untuk memingkatkan kekuatan dari beton, meningkatkan ketahanan lingkungan, dan pengurangan emisi karbon.

Penelitian ini menggunakan metode eksperimen kuantitatif yang dilakukan di laboratorium, dengan sampel uji berbentuk silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Rasio alkali aktivator yang digunakan adalah 0,53 dengan variasi SS/SH sebesar 0,5; 1,0; dan 1,5. Sampel-sampel ini akan diuji setelah mencapai umur 28 hari. Pengujian dilakukan untuk menentukan nilai kuat tekan dan toughness pada beton geopolimer dengan variasi rasio SS/SH dari 0,5 hingga 1,5.

Hasil pengujian setelah 28 hari menunjukkan kuat tekan dengan variasi SS/SH 0,5; 1,0; dan 1,5 berturut-turut sebesar 30,48 MPa, 32,06 MPa, dan 35,90 MPa, serta nilai toughness sebesar 1,698 x 105 J/m3, 2,134 x 105 J/m3, dan 3,432 x 105 J/m3. Berdasarkan pengujian kuat tekan dan toughness, ditemukan bahwa rasio SS/SH yang memberikan hasil terbaik adalah 1,5, dengan kuat tekan 35,90 MPa dan toughness 3,432 x 105 J/m3.