Abstrak


Crossing the body and soul


Oleh :
Adhelia Christi Gunawan - D.0204019 - Fak. ISIP

Gender merupakan suatu hal yang menjadi poin utama dalam setiap sisi kehidupan masyarakat. Semenjak lahir manusia selalu dihadapkan pada perlakuan dan penilaian berbeda antara dua gender yang ada yaitu laki – laki dan perempuan. Laki – laki sewajarnya melakukan hal – hal berat dan bersifat maskulin, sedangkan perempuan sewajarnya menjadi sosok manusia yang lemah lembut dan perlu dilindungi serta bersifat feminim. Penanaman nilai – nilai ini melekat pada masing – masing individu sejak lahir hingga meninggal. Oleh karena itu jika tiba – tiba ada suatu hal yang berbeda dari gender yang ada, masyarakat akan memasukkannya ke dalam bagian yang diasingkan karena dianggap tidak normal. Ketidaknormalan itu adalah perwujudan dari laki – laki yang tidak seharusnya atau sebaliknya dalam berpenampilan dan bersikap. Ketika ada seorang laki – laki menggunakan pakaian, make up dan perhiasan seperti wanita, lalu bergaya dan meliukkan badan layaknya perempuan, maka masyarakat hanya mempunyai satu kata untuk mengungkapkan jenis apakah mereka, yaitu banci. Tanpa masyarakat ketahui, sejak jaman dahulu di Keraton Surakarta dan Keraton Jogjakarta serta tersebar di seluruh Indonesia dan seluruh dunia, apa yang dianggap tidak normal merupakan bagian dari budaya dan tradisi. Tradisi itu disebut cross gender. Cross gender adalah perlintasan gender yang dilakukan laki – laki untuk menjadi wanita dan sebaliknya, namun hanya di atas panggung pertunjukan saja. Hingga saat ini tradisi ini berkembang menjadi format kontemporer dan komedi dengan tetap berlandaskan pada tradisi. Manusia hanyalah manusia yang memberikan pendapat sesuai dengan apa yang mereka lihat saja, tidak dengan menilik sisi yang lain. Hal itu menyebabkan pelaku cross gender hidup dengan julukan banci di tengah – tengah masyarakat. Tidak mudah mengubah persepsi masyarakat yang sudah terlanjur mengakar. Memalui film dokumenter, film maker berusaha mengungkapkan sisi kehidupan para pelaku seni cross gender bersama dengan perjuangan mereka menepis image banci dari masyarakat.