Abstrak


Pembuatan Dan Karakterisasi Pigmen Prussian Blue Dan Oxide Red Dari Limbah Logam


Oleh :
Nuril Mina Apdhila - V2621034 - Sekolah Vokasi

Dalam pemenuhan bahan pigmen pada kebutuhan industri, Indonesia masih bergantung pada impor yang nilai valuasinya terus naik. Hal ini menunjukkan bahwa melimpahnya bahan baku lokal masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Besi sebagai salah satu bahan pigmen dapat diperoleh dari pemurnian limbah logam. Salah satu limbah logam dengan kandungan Fe yang tinggi (hingga 97,11% w/w) yaitu kawat cuci piring bekas. Pembuatan pigmen dari limbah logam memiliki potensi nilai jual dan pengembangan skala komersil.

Pigmen yang disintesis adalah prussian blue (besi(III) ferosianida atau Fe4[Fe(CN)6]3) dan oxide red (besi(III)oksida atau Fe2O3). Recovery besi dilakukan dengan metode leaching menggunakan asam, yakni HCl dan H2SO4. Setelah besi terlarut dalam asam dan difiltrasi ampasnya, dilanjutkan dengan tahap oksidasi menggunakan H2O2 sebagai agen oksidator. Tahap presipitasi dilakukan menggunakan NaOH dan K3Fe(CN)6. Setelah melewati filtrasi dan pencucian, pigmen dipanaskan dalam oven hingga diperoleh bubuk kristal.

Pigmen prussian blue dan oxide red berhasil disintesis dan divariasikan dengan pewarnaan cenderung mengarah ke prussian blue. Hal ini disebabkan karena prussian blue tersintesis lebih mudah terdispersi dalam larutan CMC daripada pigmen oxide red. Beberapa sampel didapati berubah kecenderungannya menjadi oxide red setelah pengayakan >90 mesh, menandakan adanya pengaruh ukuran butir pada pencampuran pigmen. Pengujian FTIR menghasilkan adanya gugus fungsi CºN, Fe-O, dan Fe-CºN yang mengkonfirmasi gugus pada pigmen, diperkuat dengan bukti pengujian EDX yang menunjukkan adanya atom Fe, C, N, dan O. Dari uji SEM pigmen pengayakan >90 mesh, dihasilkan partikel berbentuk kristal angulat tak beraturan dengan ukuran 0,9-23,6 µm.