;

Abstrak


Hubungan Nilai Inflammation Based Index, Indeks Brinkman, dan Glutathione dengan Kejadian Kanker Paru


Oleh :
Ridla Ubaidillah - S972102005 - Fak. Kedokteran

Pendahuluan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara indeks inflamasi berbasis (SIRI, SII, NLR, dan PLR), Indeks Brinkman, dan glutathione dengan kejadian kanker paru pada pasien suspek kanker paru.
Tujuan: Membuktikan SIRI, SII, NLR, PLR, indeks Brinkman, dan Indeks Glutathione dapat berperan sebagai prediktor kejadian kanker paru.
Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan metode consecutive sampling. Penelitian dilakukan di RSUD Moewardi, Surakarta, Indonesia. Subjek penelitian terdiri dari 60 pasien, yang dibagi menjadi dua kelompok: 30 pasien kanker paru dan 30 pasien tanpa kanker paru. Kriteria inklusi mencakup pasien suspek kanker paru yang berusia ≥ 18 tahun. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah indeks inflamasi berbasis (SIRI, SII, NLR, dan PLR), Indeks Brinkman, dan glutathione. Variabel terikat adalah status kanker paru. Analisis data menggunakan analisis univariat, analsis ROC dilakukan untuk menentukan cut-off, sensitivitas dan spesifisitas, analisis bivariat dengan chi-square dan multivariat dengan regresi logistik
Hasil: Analisis multivariat dengan regresi logistik menunjukkan bahwa beberapa variabel memiliki hubungan signifikan dengan kejadian kanker paru. Nilai SIRI memiliki adjusted Odds Ratio (aOR) sebesar 14,40 (CI 95%: 1,02-201,76; p=0,048), menunjukkan bahwa peningkatan SIRI secara signifikan meningkatkan risiko kejadian kanker paru. Nilai SII, dengan aOR 0,25 (CI 95%: 0,01-5,34; p=0,381), tidak menunjukkan hubungan signifikan. Nilai NLR juga tidak signifikan dengan aOR 1,21 (CI 95%: 0,78-18,66; p=0,892). Sebaliknya, PLR menunjukkan hasil signifikan dengan aOR 60,15 (CI 95%: 2,09-1724,10; p=0,017), mengindikasikan bahwa peningkatan PLR secara signifikan meningkatkan risiko kejadian kanker paru. Indeks Brinkman, yang mengukur eksposur kumulatif terhadap rokok, menunjukkan aOR sangat tinggi yaitu 120,378 (CI 95%: 6,13-2363,48; p=0,002), menegaskan bahwa kebiasaan merokok berat merupakan faktor risiko utama untuk kejadian kanker paru. Indeks Glutathione, dengan aOR 38,576 (CI 95%: 1,02-201,76; p=0,010), menunjukkan bahwa kadar glutathione yang lebih tinggi secara signifikan meningkatkan risiko kejadian kanker paru.
Simpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa SIRI, PLR, indeks Brinkman, dan GSH adalah prediktor independen signifikan untuk kejadian kanker paru. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami mekanisme di balik peran masing-masing indikator dalam karsinogenesis paru.