Abstrak


Pembuatan dan Karakterisasi Pigmen Prussian Blue dan Oxide Red dari Limbah Logam


Oleh :
Muhammad Iqbal Hakim - V2621030 - Sekolah Vokasi

Dalam pemenuhan bahan pigmen pada kebutuhan industri, Indonesia masih bergantung pada impor yang nilai valuasinya terus naik. Hal ini menunjukkan bahwa melimpahnya bahan baku lokal masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Besi sebagai salah satu bahan pigmen dapat diperoleh dari pemurnian limbah logam kawat cuci piring bekas yang memiliki kadar Fe hingga 97,11% w/w. Pigmen yang disintesis adalah prussian blue (besi(III) ferosianida atau Fe₄[Fe(CN)₆]₃) dan oxide red (besi(III)oksida atau Fe₂O₃). Recovery besi dilakukan dengan metode leaching menggunakan asam HCl dan H₂SO₄. Setelah larut dan terfiltrasi, H₂O₂ digunakan sebagai oksidator. Presipitasi larutan menggunakan NaOH dan K₃Fe(CN)₆. Setelah pencucian, pigmen dipanaskan dalam oven hingga diperoleh bubuk kristal. Kedua pigmen berhasil disintesis dan divariasikan dengan pewarnaan cenderung mengarah ke prussian blue, disebabkan karena prussian blue tersintesis lebih mudah terdispersi dalam larutan CMC daripada pigmen oxide red. Beberapa sampel didapati berubah kecenderungannya menjadi oxide red setelah pengayakan >90 mesh, menandakan adanya pengaruh ukuran ayakan pada pencampuran pigmen. Pengujian FTIR menghasilkan adanya gugus fungsi C-N, Fe-O, dan Fe-C-N yang mengkonfirmasi gugus pada pigmen, diperkuat dengan bukti pengujian EDX yang menunjukkan adanya atom Fe, C, N, dan O. Dari uji SEM pigmen pengayakan >90 mesh, dihasilkan partikel berbentuk kristal angular tak beraturan dengan ukuran 0,9-23,6 µm.