Abstrak


Optimalisasi Kadar Air dalam Pemadatan Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA)


Oleh :
Habib Bayu Aris Saputro - I0120068 - Fak. Teknik

Penghamparan dan pemadatan aspal di jalan seringkali tetap di lakukan saat hujan turun dan pelaksana juga seringkali menyemprotkan air agar campuran tidak menempel pada roda baja tandem roller. Asbuton yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA). CPHMA adalah campuran beraspal yang terdiri dari agregat halus dan kasar yang sudah tercampur di alam, peremaja dan bahan tambah lain. CPHMA memiliki keunggulan, yaitu penggunaannya yang dapat dihampar dan dipadatkan dengan suhu dingin sehingga cocok digunakan di daerah yang jauh dari lokasi Asphalt Mixing Asbuton (AMP).

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya pengaruh penambahan air dan kadar air optimal yang diizinkan saat pemadatan CPHMA terhadap Marshall Properties. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan penambahan air sebelum pemadatan dan penambahan air saat pemadatan. Variasi kadar air yang digunakan pada saat sebelum pemadatan adalah 0%-8% (kelipatan 2), sedangkan penambahan air saat pemadatan adalah 0%-14% (kelipatan 2). Pengujian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Marshall Test.

Hasil penelitian dari penambahan air sebelum pemadatan diperoleh kadar air optimal sebesar 2,00%. Kadar air 2,00% menghasilkan nilai VIM sebesar 25,84%, nilai VMA sebesar 29,20%, nilai VFB sebesar 12,74%, nilai stabilitas sebesar 46,23 kg, nilai flow sebesar 2,33 mm, dan nilai MQ sebesar 22,15 kg/mm. Kadar air optimal dari penambahan air saat pemadatan diperoleh kadar air sebesar 8,16% yang menghasilkan nilai VIM sebesar 26,13%, nilai VMA sebesar 29,93%, nilai VFB sebesar 12,65%, nilai stabilitas sebesar 49,68 kg, nilai flow sebesar 1,99 mm, dan nilai MQ sebesar 33,01 kg/mm. Secara keseluruhan hasil Marshall Properties yang diperoleh belum memenuhi spesifikasi SNI.