Penghamparan dan pemadatan aspal di jalan seringkali
tetap di lakukan saat hujan turun dan pelaksana juga seringkali menyemprotkan
air agar campuran tidak menempel pada roda baja tandem roller. Asbuton yang digunakan dalam penelitian ini adalah Cold Paving Hot Mix Asbuton (CPHMA).
CPHMA adalah campuran beraspal yang terdiri dari agregat halus dan kasar yang sudah tercampur di alam, peremaja dan
bahan tambah lain. CPHMA memiliki keunggulan,
yaitu penggunaannya yang dapat dihampar dan dipadatkan dengan
suhu dingin
sehingga cocok digunakan di daerah yang jauh dari lokasi Asphalt Mixing
Asbuton (AMP).
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya
pengaruh penambahan air dan kadar air optimal yang diizinkan saat pemadatan
CPHMA terhadap Marshall Properties.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan melakukan
penambahan air sebelum pemadatan dan penambahan air saat pemadatan. Variasi
kadar air yang digunakan pada saat sebelum pemadatan adalah 0%-8% (kelipatan
2), sedangkan penambahan air saat pemadatan adalah 0%-14% (kelipatan 2). Pengujian
yang digunakan dalam penelitian ini adalah Marshall
Test.
Hasil
penelitian dari penambahan air sebelum pemadatan diperoleh kadar air optimal
sebesar 2,00%. Kadar air 2,00% menghasilkan nilai VIM sebesar 25,84%, nilai VMA
sebesar 29,20%, nilai VFB sebesar 12,74%, nilai stabilitas sebesar 46,23 kg,
nilai flow sebesar 2,33 mm, dan nilai
MQ sebesar 22,15 kg/mm. Kadar air optimal dari penambahan air saat pemadatan
diperoleh kadar air sebesar 8,16% yang menghasilkan nilai VIM sebesar 26,13%,
nilai VMA sebesar 29,93%, nilai VFB sebesar 12,65%, nilai stabilitas sebesar 49,68
kg, nilai flow sebesar 1,99 mm, dan
nilai MQ sebesar 33,01 kg/mm. Secara keseluruhan hasil Marshall Properties yang diperoleh belum memenuhi spesifikasi SNI.