Penelitian mengenai pengaruh suhu annealing pada material iron
oxide telah berhasil dilakukan menggunakan metode sol-gel green
synthesis dengan jeruk lemon dan jeruk nipis. Variasi suhu annealing
dilakukan sebesar 400 °C, 500 °C, dan
600 °C untuk mengetahui pengaruhnya terhadap struktur kristal dan sifat
magnetik. Analisis X-Ray Difraction (XRD) menunjukkan bahwa semua
sampel memiliki struktur cubic space group Fd3m. Dengan kenaikan suhu annealing,
ukuran kristalit sampel green synthesis dengan jeruk lemon mengalami peningkatan sebesar 15,16–26,35
nm. Sedangkan sampel green synthesis
dengan jeruk nipis mengalami peningkatan sebesar 17,57–34,55 nm. Analisis Vibrating
Sample Magnetometer (VSM) menunjukkan bahwa magnetisasi saturasi meningkat
seiring dengan peningkatan suhu annealing.
Magnetisasi saturasi meningkat dari 19,30–33,46 emu/g pada jeruk lemon dan dari
17,62–32,62 emu/g pada jeruk nipis. Sampel iron
oxide dengan green synthesis
memiliki sifat superparamagnetik dari pengamatan nilai medan koersif yang kecil
di suhu ruangan. Akhirnya green synthesis efektif untuk menurunkan
ukuran kristalit dan medan koersif dibandingkan sintesis kimia.