Pada beberapa tahun terakhir terjadi kecelakaan kerja berupa konsleting pada mesin yang mengakibatkan luka kecil pada mahasiswa AK-Tekstil Solo. Konsep kematangan budaya keselamatan sangat penting dalam mencegah potensi cedera dan kematian yang membahayakan bagi pengguna. Konsep ini sangat penting untuk dipelajari dalam lingkungan akademis maupun di luar akademis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi kematangan budaya keselamatan dan mengidentifikasi serta menghierarki faktor-faktor pendahulunya (faktor organisasi) serta melakukan perbaikan di laboratorium di Akademi Tekstil dan Produk Tekstil Solo khususnya pada AK-Tekstil Solo. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang diisi oleh responden sebanyak 117 yang mewakili populasi AK-Tekstil Solo. Dengan melakukan penilaian menggunakan kuesioner, nilai tingkat kematangan budaya keselamatan di AK-Tekstil Solo berada pada level 3, yaitu kalkulatif. Faktor-faktor organisasi utama yang secara langsung memengaruhi kematangan budaya keselamatan adalah organizational learning, involvement, communication, commitment, dan information. Hasil menunjukkan adanya perbaikan di laboratorium khususnya perbaikan pada sistem komunikasi terkait kampanye keselamatan kerja. Oleh karena itu perlunya usulan perbaikan berupa penggunaan variasi poster K3 terhadap keselamatan kerja.