Abstrak


Karakteristik Fisik, Kimia dan Sensoris Mi Basah Substitusi Tepung Talas Beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) dengan Penambahan Tepung Kacang Merah (Phaseolus vulgaris L.)


Oleh :
Aurini Dwi Diana Sari - H0920019 - Fak. Pertanian

Talas beneng (Xanthosoma undipes K. Koch) merupakan umbi-umbian lokal yang berasal dari Kabupaten Pandeglang yang mengandung antigizi berupa oksalat sehingga perlu perlakuan untuk menurunkan oksalat berupa perendaman aquades, perebusan dan blanching. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pendahuluan terbaik yaitu blanching 90C selama 9 menit dengan penurunan sebesar 47,80%. Dilakukan modifikasi blanching menjadi suhu 80C selama 5 menit. Pada penelitian ini juga menkaji formulasi mi basah dengan berbagai variasi formulasi tepung terigu, tepung talas beneng dan tepung kacang merah (100:0:0; 95:5:0; 85:10:5; 75:15:5; 65:20:15; 55:25:20). Karakteristik fisik mi basah meliputi elastisitas 21,19-54,05%; daya serap air 90,12-107,27%; cooking time 167,5-251,83 detik dan cooking loss 3,12-7,68%. Karakteristik kimia meliputi kadar air 66,69-70,33%; kadar abu 0,42-0,77%; kadar abu tidak larut asam 0,0484-0,0493%; kadar protein 10,36-13,05%; kadar lemak 0,457-1,767%; kadar karbohidrat 14,08-21,81%; kadar serat kasar 1,20-7,01%; dan total energi 123,1-135,35 kkal. Karakteristik sensoris menunjukkan penilaian warna sebesar 3,84-6,00; rasa sebesar 3,66-5,62; aroma sebesar 3,98-5,04; tekstur sebesar 4,10-5,70 dan overall sebesar 3,92-5,74.