Alasan mendasar dilakukannya penelitian ini, yakni adanya gerakan yang terjadi secara besar-besaran di Maroko pada tahun 2016-2017 yang biasa disebut dengan gerakan Rif. Gerakan ini kemudian direspon oleh pemerintah kerajaan Maroko dengan tindakan represif. Permasalahan tersebut akan memperburuk ketegangan pemerintah dan masyarakat, serta akan melibatkan pelanggaran hak asasi manusia. Permasalahan yang dibahas dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana latar belakang terjadinya Gerakan Rif di Maroko (2016-2017), dan (2) Bagaimana anatomi hukum represif yang terjadi dalam upaya pemerintah Kerajaan Maroko untuk mengatasi Gerakan Rif di Maroko (2016-2017). Metode penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dan menggunakan metode penelitian studi pustaka. Data penelitian ini berupa kutipan artikel jurnal dan potongan gambar yang menerangkan tentang latar belakang terjadinya gerakan Rif dan bentuk upaya represif yang dilakukan oleh pemerintah Kerajaan Maroko terhadap Gerakan Rif tahun 2016-2017. Sumber data yang digunakan yaitu artikel jurnal dan video youtube yang relevan dengan penelitian. Simpulan penelitian ini adalah (1) hal yang melatar belakangi terjadinya gerakan Rif yaitu bermula dari wilayah Rif yang sering mengalami marginalisasi oleh pemerintah pusat sehingga hal tersebut memicu ketidakpuasaan masyarakat, puncak kemarahan masyarakat yaitu ketika kematian Mouhcine Fikri yang tertindas truk sampah, peristiwa itu memicu protes massal di wilayah Rif yang mana masyarakat menuntut keadilan, reformasi ekonomi dan sosial, serta diakhirinya korupsi. (2) ditemukan bentuk-bentuk Upaya represif yang dilakukan oleh pemerintah kerajaan Maroko terhadap gerakan Rif yaitu berupa penangkapan sewenang-wenang, ketidakadilan saat proses persidangan, penekanan terhadap kebebasan berekspresi, pembubaran demonstran secara paksa, dan pembungkaman kritik. Upaya tersebut mengakibatkan pelanggaran hak kebebasan berpendapat sebagaimana yang telah diatur dalam konstitusi Maroko.