Abstrak


PERAN SUTRADARA DALAM PROSES PRODUKSI FILM DOKUMENTER "TAK TERBATAS"


Oleh :
Dwi Maharani - V1121046 - Sekolah Vokasi

Dwi Maharani, V1121046. PERAN SUTRADARA DALAM PROSES PRODUKSI FILM DOKUMENTER “TAK TERBATAS”. Tugas Akhir. Pembimbing: Ina Primasari S.I.Kom., M.I.Kom.  Program Studi D-3 Komunikasi Terapan, Sekolah Vokasi, Universitas Sebelas Maret, Surakarta.

      Karya ini dibentuk berawal dari suatu permasalahan atau isu yang dianggap sebagai masalah yang menarik, yaitu masih banyak masyarakat yang menganggap penyandang disabilitas lemah. Namun, sebenernya banyak penyandang disabilitas yang mampu menorehkan prestasi dalam bidang olahraga. Kurangnya pengetahuan masyarakat terhadap atlet disabilitas, membuat penulis beserta tim termotivasi menyelesaikan masalah yang ada dengan cara mengambil format film dokumenter untuk membantu publikasi perjuangan serta kesuksesan dari atlet disabilitas.

      Film dokumenter “Tak Terbatas” menceritakan tentang perjalanan inspiratif dari tiga atlet disabilitas Indonesia yaitu Jendi Pangabean, Fajar Pambudi, dan Supriadi. Masing-masing dari mereka telah menghadapi tantangan besar dalam hidup. Lahir dari keluarga sederhana dan menghadapi keterbatasan fisik tidak menghalangi mereka untuk meraih kesukesan. Dengan tekad yang kuat serta kerja kerasnya mereka mampu berhasil mengubah keterbatasan menjadi kekuatan yang luar biasa.

      Dalam pembuatan produksi film dokumenter “Tak Terbatas” penulis menggunakan bentuk dokumenter biografi dan potret. Penulis sebagai sutradara memiliki tanggung jawab dalam memberikan arahan visualisasi berdasarkan naskah yang telah disusun oleh penulis naskah. Sutradara juga terlibat dalam semua proses produksi mulai dari praproduksi, produksi hingga pascaproduksi. Tujuan dari membuat film dokumenter “Tak Terbatas” ialah menjadi salah satu media yang dapat mengubah cara pandang masyarakat luas terhadap penyandang disabilitas. Selain itu, tentunya penulis serta tim berharap film dokumenter “Tak Terbatas” dapat menginspirasi penyandang disabilitas lainnya untuk bisa bangkit dari keterpurukan.