Kegiatan budidaya terutama budidaya ikan lele, seperti yang dilakukan oleh masyarakat di Kampung Lele, Tegalrejo, Sawit, Boyolali tidak lepas dari menghasilkan limbah. Pencemaran air yang diakibatkan oleh limbah budidaya ikan lele salah satunya dapat diketahui melalui peningkatan kadar amonia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan tumbuhan mata lele (Lemna minor) dapat berpengaruh pada perubahan kadar amonia limbah cair budidaya ikan lele dan mengetahui kadar amonia dalam limbah cair budidaya ikan lele setelah perlakuan dengan tanaman mata lele. Penelitian merupakan penelitian fitoremediasi dengan menggunakan tanaman mata lele. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dalam pengumpulan data yang dilakukan dengan 6 variasi (0 tanaman, 150 tanaman, 300 tanaman, 450 tanaman, 600 tanaman, 750 tanaman) selama 15 hari mulai dari hari pertama dan dilanjutkan setiap 2 hari sekali. Pengulangan yang dilakukan pada penelitian sebanyak 4 kali pengulangan yang didasarkan pada rumus Federer. Data yang didapatkan dianalisis dengan analisis two way ANOVA dan diuji lanjutan dengan post hoc test Duncan menggunakan aplikasi SPSS. Hasil yang didapatkan berupa kadar amonia setelah perlakuan terjadi penurunan yaitu 0,6 ppm pada A150, 0,5 ppm pada A300, 0,5 ppm pada A450, 0,45 ppm pada A600, dan 0,4 ppm pada A750. Kerapatan tanaman mata lele dapat berpengaruh pada perubahan kadar amonia limbah cair budidaya ikan lele, melalui analisis two way ANOVA yang mendapatkan nilai sig. sebesar 0,00 atau < 0>