Kayu manis (Cinnamomum
burmannii.) merupakan tanaman herbal yang banyak dimanfaatkan sebagai obat
tradiosional. Ekstrak kayu manis yang dijual secara komersil banyak menggunakan
bahan pengisi pada proses pengeringannya. Penambahan bahan pengisi ini dapat
mempengaruhi kandungan senyawa aktif serta aktivitas biologis yang terkandung
dalam suatu ekstrak. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui
perbandingan daya antioksidan, kadar fenolik total, serta kadar flavonoid total
pada produk ekstrak komersil kayu manis (Cinnamomum burmannii.). Penelitian ini
dilakukan secara deskriptif melalui pendekatan kuantitatif di laboratorium.
Sampel yang digunakan yaitu ekstrak etanol 70% kayu manis dengan bahan pengisi
maltodekstrin 30?n ekstrak air kayu manis dengan bahan pengisi amilum 97,61%.
Kadar fenolik dan flavonoid total pada produk komersil ekstrak etanol kayu
manis lebih besar, yaitu 78,450 ± 0,19 mgGAE/g dan 14,187 ± 0,12 mgQE/g.
Sedangkan pada produk komersil ekstrak air kayu manis diperoleh kandungan
senyawa fenolik dan flavonoid total sebesar 31,312 ± 0,19 mgGAE/g dan 0,995 ±
0,01 mgQE/g. Aktivitas antioksidan pada produk komersil ekstrak etanol kayu
manis lebih besar yaitu sebesar 963,74 ppm menggunakan metode DPPH dan 79,672
ppm menggunakan metode ABTS. Sedangkan pada produk komersil ekstrak air kayu
manis diperoleh aktivitas antioksidan yang dihasilkan sebesar 2729,178 ppm
menggunakan metode DPPH dan 3859,354 ppm menggunakan metode ABTS. Informasi ini
sangat bermanfaat bagi mitra industry untuk mempertimbangkan persentase dan
alternatif bahan pengisi yang dapat digunakan dalam formulasi ekstrak kering.