Snack bar merupakan makanan olahan yang
terbuat dari sereal dan tambahan bahan lainnya yang digabungkan dengan bantuan
bahan agen pengikat atau binder, snack bar memiliki tekstur padat dan rasanya
manis. Pembuatan snack bar berbahan dasar tepung campuran garut, kacang merah
dan jagung merupakan inovasi baru dari produk snack bar yang rendah kalori,
menjadi upaya diversifikasi pangan yang bertujuan untuk memanfaatkan dan
meningkatkan sifat fungsional dari tepung campuran garut, kacang merah dan
jagung serta mengurangi penggunaan tepung import terigu yang tinggi gluten.
Bahan yang digunakan yaitu tepung garut, tepung kacang merah, tepung jagung,
margarine, rice crispy, dark chocolate, sereal oats dan air. Proses pembuatan
terdapat dua tahap yakni pada tahap pertama pembuatan cookies yang diawali
dengan penimbangan bahan, penyangraian tepung kacang merah, pengayaan tepung,
pencampuran bahan, perollingan dan pengovenan. Pada tahap kedua yakni pembuatan
snack bar yang diawali dengan pelelehan dark coklat, pencampuran bahan,
pencetakan, pendinginana dalam freezer, dan pengemasan. Berdasarkan hasil uji
oragnoleptik sampel yang paling disukai yaitu formulasi tepung jagung; tepung
garut; tepung kacang merah (20% : 60% : 20%). Hasil analisis kimia diperoleh
kandungan kadar air sebesar 7,55%, kadar abu 1,15 %, kadar lemak sebesar
24,21%, kadar karbohidrat sebesar 63,05%, kadar protein sebesar 4,04?n total
kalori sebesar 486,25 kkal/100 gram atau sebesar 48,6 kkal/10 gram sajian.
Kemasan yang digunakan yaitu menggunakan dua kemasan berbahan sama yakni
plastik alumunium metalizing foil. Berdasarkan analisis ekonomi kelayakan
produksi snack bar berbahan dasar tepung campuran garut, kacang merah dan
jagung dapat disimpulkan bahwa usaha ini layak untuk dijalankan dengan nilai
B/C ratio sebesar 1,3 nilai NPV dengan DF 9% yaitu Rp. 457.483.093; dan nilai
IRR sebesar 84%.