Abstrak


Pengaruh paparan bising intensitas tinggi terhadap kadar kortisol pada tikus putih


Oleh :
Hari Dwisetiawan - G.0002072 - Fak. Kedokteran

ABSTRAK Bising merupakan salah satu penyebab penyakit lingkungan yang penting. Selain hal tersebut, bising juga mempunyai dampak negatif terhadap manusia, terutama dalam hal kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paparan bising terhadap kadar kortisol pada tikus putih. Jenis penelitian ini adalah eksperimental laboratorik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Post Test Only Control Group Design. Penelitian ini menggunakan tikus putih 15 ekor dari galur Wistar, umur 2-3 bulan, dan berat ±200 gram. Teknik sampling yang digunakan adalah random sampling.Tikus dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol mendapat paparan bising kira-kira <85 dB (suara berasal dari lingkungan), kelompok perlakuan I mendapat paparan bising 90-94 dB, dan kelompok perlakuan II mendapat paparan bising 100-104 dB. Paparan bising diberikan selama 8 jam tiap hari dalam 12 hari. Setelah perlakuan selesai, dilakukan pengukuran kadar kortisol dengan metode immunochemiluminesce. Hasil penelitian untuk kelompok kontrol didapatkan hasil kadar kortisol >10 µg/ml sebanyak 2 sampel dan <10 µg/ml sebanyak 3 sampel. Untuk kelompok perlakuan I kadar kortisol>10 µg/ml sebanyak 1 sampel dan <10 µg/ml sebanyak 4 sampel. Sedangkan kelompok perlakuan II kadar kortisol >10 µg/ml sebanyak 2 sampel dan <10 µg/ml sebanyak 3 sampel Hasil yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji chi-square. Hasil uji chi-square menunjukkan tidak ada perbedaan yang bermakna pengaruh paparan bising antara intensitas rendah, sedang, dan tinggi terhadap kadar kortisol tikus putih.