Coronavirus Disease (Covid-19) merupakan wabah yang memberikan dampak pada bidang pendidikan terutama perubahan model pembelajaran yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya. Pada penerapannya setiap siswa memiliki kendala yang berbeda-beda. Pemangku keputusan di sekolah Man 2 Sragen dapat mengidentifikasi prioritas model pembelajaran yang telah diterapkan berdasarkan perspektif siswa untuk mengetahui proritas kriteria apa saja yang memengaruhi siswa memilih atau tertarik pada suatu model pembelajaran, sehingga dapat dilakukan analisis pada pembelajaran yang telah diterapkan. Penelitian ini membandingkan kombinasi metode AHP-TOPSIS dengan kombinasi AHP-COPRAS untuk memperoleh hasil metode yang lebih baik dalam mengatasi permasalahan ini. Metode AHP diterapkan untuk penentuan prioritas kriteria, sedangkan metode TOPSIS dan COPRAS diterapkan untuk menentukan prioritas alternatif. Hasil pengujian korelasi pearson dari AHP-TOPSIS dan AHP-COPRAS diperoleh nilai 0.99 yang menunjukan bahwa kedua metode tersebut memiliki hubungan sangat erat, artinya kedua metode tersebut memiliki hasil yang konsisten. Pada pengujian akurasi dengan metode multiclass confusion martrix, diperoleh hasil perhitungan akurasi metode AHP-TOPSIS dan AHP-COPRAS memiliki hasil yang berbeda yaitu masing-masing 80?n 84% yang menunjukan bahwa metode AHP-COPRAS memiliki tingkat akurasi lebih tinggi.