Abstrak


Analisis Kinerja Gerbang Tol Colomadu Menggunakan Planung Transport Verkehr Vissim


Oleh :
Diega Hanan Prasdiya - I0120044 - Fak. Teknik

Jalan tol merupakan salah satu bentuk infrastruktur yang dirancang untuk mempermudah mobilitas dengan kecepatan tinggi. Namun, dalam situasi tertentu tingginya volume kendaraan dapat mengakibatkan kemacetan di gerbang tol. Saat ini, Gerbang Tol Colomadu masih menggunakan teknologi transaksi tapping berbasis kartu yang dianggap kurang efisien. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja sistem pembayaran tapping dengan sistem Single Lane Free Flow (SLFF) dan Multi Lane Free Flow (MLFF), yang dengan menggunakan perangkat lunak Planung Transport Verkehr Vissim.

Penelitian ini, dua metode utama digunakan untuk mendapatkan data dan melakukan analisisnya. Metode pertama adalah survei lapangan yang dilakukan untuk mengumpulkan data, seperti geometri jalan, volume kendaraan, kecepatan, waktu tempuh kendaraan, dan durasi waktu transaksi di Gerbang Tol Colomadu. Data ini menjadi dasar untuk pembuatan base model yang kemudian dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak PTV Vissim. Proses selanjutnya meliputi kalibrasi model, yang diuji dengan statistik Geoffrey E. Havers (GEH) untuk volume kendaraan. Validasi dilakukan untuk menguji perbedaan relatif terhadap waktu tempuh kendaraan, memastikan bahwa hasil analisis yang dihasilkan relevan.

Penelitian ini menganalisis kinerja Gerbang Tol Colomadu dalam kondisi eksisting serta dengan menerapkan skenario Single Lane Free Flow (SLFF) dan Multi Lane Free Flow (MLFF) pada jam puncak pukul 08.30-09.30 WIB. Hasil simulasi menunjukkan bahwa pada kondisi eksisting, tundaan rata-rata pada arah masuk adalah 37,98 detik dan pada arah keluar adalah 28,47 detik, dengan panjang antrean bervariasi di setiap gardu tol. Skenario SLFF mengurangi tundaan menjadi 3,47 detik pada arah masuk dan 2,70 detik pada arah keluar dan panjang antrean mengalami pengurangan panjang antrean sebesar lebih dari 20%. Sedangkan skenario MLFF menunjukkan tundaan 1,21 detik pada arah masuk dan 1,22 detik pada arah keluar dengan tidak adanya antrean yang terbentuk. Analisis hasil menunjukkan bahwa skenario MLFF memberikan kinerja terbaik dengan mengurangi tundaan secara signifikan dan menghilangkan antrean, menunjukkan potensi untuk meningkatkan kinerja Gerbang Tol Colomadu di Indonesia. Demi menyempurnakan penelitian selanjutnya agar penelitian menjadi lebih baik diharapkan mengikuti peraturan pemerintah terkait jalan tol jika Multi Lane Free Flow (MLFF) telah diterapkan seperti, geometrik jalan, jumlah lajur, batas kecepatan kendaraan, dan letak gantry yang diberlakukan.