Abstrak


Pengaruh Proporsi Pelarut dan Lama Waktu Maserasi Terhadap Kadar Flavonoid Total dan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Gal Manjakani (Quercus infectoria) dengan Metode Spektrofotometer UV-Vis


Oleh :
Aulia Hana Zahiyya - H0920017 - Fak. Pertanian

Gal manjakani (Quercus infectoria) merupakan tanaman fungsional, namun optimasi produksi untuk memaksimalkan pemanfaatannya masih belum dilakukan. Dalam memastikan kualitas sumber bahan baku dan kandungan senyawa fungsional setelah produksi, diperlukan proses ekstraksi yang tepat. Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses esktraksi diantaranya penyiapan bahan, volume pelarut, dan waktu. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh proporsi pelarut dan lama waktu maserasi terhadap kadar flavonoid total dan aktivitas antioksidan gal manjakani, serta menentukan perlakuan terbaik yang diharapkan dapat mengoptimalkan proses maserasi pada produk manjakani. Penelitian ini dilakukan dengan desain RAL pola faktorial dari 2 faktor proporsi pelarut (1:5, 1:10, 1:20 (b/v)); lama waktu maserasi (12, 24, 36, 48 (jam)). Hasil analisis diolah secara statistik dengan metode two-way ANOVA menggunakan IBM SPSS. Pemeriksaan makroskopis gal manjakani yang digunakan menunjukkan kesamaan karakteristik makroskopis dengan gal manjakani pada umumnya. Hasil penelitian menunjukkan reaksi positif flavonoid dan pengaruh nyata pada seluruh parameter. Rendemen ekstrak meningkat seiring tingginya proporsi pelarut dan lama waktu dengan nilai terbaik sebesar 94,28%. Kadar flavonoid total meningkat pada proporsi pelarut 1:10 (b/v) dengan rentang nilai terbaik sebesar 2,48-2,54mgQE/g. Aktivitas antioksidan meningkat pada proporsi pelarut 1:5 (b/v) dan lama waktu 36 jam dengan rentang nilai terbaik sebesar 91,69-94,41%. Perlakuan terbaik diperoleh pada proporsi pelarut 1:20 (b/v) dan lama waktu maserasi 24 jam dengan karakteristik rendemen, kadar flavonoid total, aktivitas antioksidan sebesar 92,08%; 2,54mgQE/g; 93,85%. Hasil ini menunjukkan perbedaan nyata dengan kadar flavonoid total, aktivitas antioksidan produk manjakani komersial sebesar 1,88mgQE/g; 14,43%. Hasil LC-MS mengidentifikasi adanya senyawa sinarin, imidazol, sineol, asam ferulat, kuarsetin, rutin, pristimerin.