Abstrak


Hubungan Aktivitas Fisik dengan Anemia pada Mahasiswi S1 Kebidanan Fakultas Kedokteran UNS


Oleh :
Oktaviana Dewita Hidayat - R0420047 - Fak. Kedokteran

Pendahuluan : Remaja perempuan yang mengalami anemia dapat mengalami penurunan dalam kesehatan reproduksi, perkembangan motorik dan kesehatan mental, menghambat kecerdasan dan menurunkan prestasi akademik. Banyak sekali faktor yang memengaruhi anemia. Salah satu faktor penyebab anemia adalah aktivitas fisik. Aktivitas fisik yang dilakukan pada mahasiswa sebagian besar dilakukan saat mereka berada di kampus dan sering menghabiskan waktu di depan laptop untuk mengerjakan tugas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan anemia pada mahasiswi S1 Kebidanan Fakultas Kedokteran UNS.

Metode : Metode penelitian kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Populasi sebanyak 111 mahasiswi. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan hasil terdiri dari 58 mahasiswi. Variabel bebas yaitu aktivitas fisik dan variabel terikat yaitu anemia. Pengambilan data dilakukan di Fakultas Kedokteran UNS pada bulan Juni 2024. Pengambilan data menggunakan kuesioner International Physical Activity Questionnaire (IPAQ) dan sampel darah menggunakan Hb meter digital. Pengolahan data menggunakan uji Spearman Rank.

Hasil : Mayoritas mahasiswi S1 Kebidanan UNS berusia 19 tahun, memiliki status gizi normal dan siklus menstruasi normal. Mayoritas dari mereka memiliki kebiasaan aktivitas fisik sedang dan tidak mengalami anemia. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan anemia (p-value = 0,549) dan kekuatan hubungan antara kedua variabel sangat lemah (r = -0,08). Nilai negatif pada korelasi menunjukkan bahwa arah hubungan tidak searah dimana apabila aktivitas fisik meningkat maka anemia menurun.

Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik dengan anemia.